Sejarah Bisnis Asuransi di Indonesia dan Dunia Sejak Abad ke-14
wikipedia.org + universiteitleiden.nl

Sejarah Bisnis Asuransi di Indonesia dan Dunia Sejak Abad ke-14

Minggu, 11 Agustus 2019

Sejarah Asuransi Dunia
Asal-usul lahirnya asuransi di dunia pertama kali diawali dengan asuransi perjalanan untuk sektor maritim atau laut yang muncul pada abad 14 masehi. Cara kerja asuransi dilakukan dengan seseorang yang meminjamkan harta dalam jumlah tertentu untuk kapal yang berlayar.

 

Bila kapal tersebut karam maka pinjaman juga hilang. Namun, bila kapal selamat maka harta dikembalikan dengan tambahan yang disepakati sebelumnya. Artinya bahwa kapal yang berlayar tadi digunakan sementara sebagai jaminan pengembalian hutang beserta tambahan labanya.


Tiga abad berikutnya, tepatnya pada abad ke 17 masehi asuransi makin dikenal oleh bangsa Inggris dalam bentuk asuransi kebakaran saat terjadi kebakaran di kota London tahun 1668. Sekitar 13.000 rumah dan 100 gereja terbakar. Pada peristiwa ini akhirnya asuransi kebakaran banyak diminati warga Inggris dan mulai abad ke 18 menyebar ke Jerman, Perancis, hingga Amerika Serikat. Memasuki abad ke 20, asuransi makin bertambah jenisnya.

 


Sejarah Asuransi Indonesia
Asuransi telah dikenal di Indonesia bahkan sebelum ada Indonesia, bisnis asuransi sudah ada sebelum Indonesia merdeka tepatnya pada saat penjajahan Belanda. Nederlands Indie alias Hindia Belanda, itulah nama masa lalu Indonesia. Suksesnya bisnis Belanda pada sektor perkebunan dan perdagangan di negeri yang kelak bernama Indonesia telah membuka peluang bisnis baru. Bisnis rempah-rempah yang makin besar membutuhkan jaminan yang lebih pasti, maka didirinkalah perusahaan asuransi oleh orang-orang Belanda dan beberapa negara lainnya seperti Inggris.

 

Bisnis asuransi masih sangat terbatas, masih sekitar jaminan atas kerugian dagang bangsa Belanda, Inggris, dan negara eropa lainnya yang melakukan bisnis di Indonesia. Sehingga belum sampai dikenal hingga ke penduduk asli Indonesia atau Pribumi. Belanda pada waktu itu masih berfokus untuk mengembangkan bisnis asuransi pada sektor asuransi perdagangan, pengangkutan, dan kebakaran.


Memasuki era kemerdekaan Indonesia pada tahun 1946, setelah lahirnya negara Indonesia ternyata Belanda tetap membuka bisnis asuransi dan malah lebih menguatkan bisnisnya dengan membuka Bataviasche Verzekerings Unie (BVU).

 

Selanjutnya pada 1950 berdiri perusahaan nasional yang menjadi perintis asuransi kerugian yang bernama NV yang nantinya pada tahun 2004 menjadi PT Maipark. Perusahaan asli Indonesia yang masih baru dalam bidang asuransi tersebut masih sangat terbatas dalam permodalan dan sumber daya manusia yang mengelolanya. Namun, walaupun serba terbatas sebagai perintis perusahaan asuransi nasional NV tetap harus bersaing dengan perusahaan Belanda yang berdiri lebih dulu.


Rintisan perusahaan asuransi NV membuat pengusaha nasional Indonesia bersemangat untuk ikut serta membuka perusahaan swasta. Adanya peraturan pemerintah yang mewajibkan barang impor untuk diasuransikan membuat bisnis asuransi makin menggeliat. Kewajiban asuransi bagi barang impor dilakukan agar devisa yang digunakan untuk membayar premi di luar negeri berkurang.

 

Tetap saja, aturan tersebut belum berjalan dengan baik walaupun padatahun 1953 berdiri perusahaan asuransi swasta dalam bidang reasuransi Belanada dan Inggris. Devisa tetap saja tergerus untuk membayar premi di luar negeri, sampai pada tahun 1954 sejumlah bank-bank pemerintah bersama-sama mendirikan perusahaan reasuransi dengan nama PT Reasuransi Umum Indonesia.


Pemerintah juga mengeluarkan aturan bagi perusahaan asuransi asing untuk menggunakan jasa perusahaan reasuransi nasional. Dampak baik penetapan aturan ini terasa pada tahun 1963 dengan ditambahkannya jenis reasuransi jiwa.

 

Meskipun momentum berdirinya PT Reasuransi Umum Indonesia membuat para pengusaha swasta ikut serta mendirikan perusahaan asuransi, namun persaingan dengan asuransi asing tetap saja masih berat dan sulit. Hingga akhirnya, pemerintah melakukan nasionalisasi perusahaan Belanda dan Inggris pada saat terjadi pengembalian Irian Barat ke Indonesia.

0 respon73 dilihat


Memuat Komentar