Peran Literasi Keuangan Mendorong Ekspansi Pasar Asuransi

Peran Literasi Keuangan Mendorong Ekspansi Pasar Asuransi

Senin, 12 Agustus 2019

Edukasi keuangan bagi masyarakat memiliki peran penting dalam upaya membuka pasar asuransi di Indonesia. Permasalahan ini bukanlah hal kecil, melainkan hal besar yang tidak mudah dan butuh jangka waktu yang lebih panjang untuk dilakukan. Firdaus Jaelani (Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK) dalam buku Selami Asuransi Demi Proteksi Diri memberikan gambaran lebih dalam dan singkat terkait dengan pentingnya edukasi keuangan.

 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) senantiasa berupaya meningkatkan edukasi dan literasi keuangan bagi masyarakat Indonesia. Salah satu langkah yang telah diambil oleh OJK adalah melalui program Strategi Nasional Literasi Keuangan. Hal tersebut didasari masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang industri keuangan dan produk yang dipasarkan sehingga banyak masyarakat yang tergoda akan produk investasi yang menawarkan keuntungan tinggi dalam waktu singkat tanpa memperhatikan risikonya di belakang.

 

Misi dari literasi keuangan dimaksud adalah untuk melakukan edukasi di bidang keuangan kepada masyarakat agar dapat mengelola keuangannya secara cerdas serta meningkatkan akses informasi dan penggunaan produk jasa keuangan.

 

Dengan pembukaan akses yang seluas-luasnya dan peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap produk yang dipasarkan oleh industri asuransi diharapkan tidak terjadi lagi kesalahan dalam membeli suatu produk asuransi. Masyarakat diharapkan secara cerdas mengetahui produk asuransi apa saja yang dibutuhkan oleh dirinya sesuai dengan profil yang mereka miliki serta mengetahui risiko yang melekat pada produk asuransi dimaksud.

 

Di sisi lain, para pelaku industri asuransi harus terus meningkatkan kemampuan tenaga pemasarannya dalam memasarkan produk asuransi milik perusahaan Para tenaga pemasar tersebut harus dibekali dengan pengetahuan teknis yang cukup terkait kondisi dan persyaratan polis serta konten dari isi polis dan bukan hanya sekadar bagaimana memasarkan dan menutup penjualan sehingga tidak terjadi mis-selling dalam pemasaran produk tersebut.

 

Akhirnya, kami berharap bahwa dibukanya akses terhadap produk jasa keuangan tidak sebatas memperkaya pengetahuan kita, namun juga dapat menjadi wadah edukasi yang memberikan pencerahan dan inspirasi bagi konsumen maupun calon konsumen industri asuransi di Indonesia untuk memilih dan memanfaatkan produk asuransi sebagai sarana proteksi dan kesejahteraan diri.

0 respon13 dilihat


Memuat Komentar