Kasus Jiwasraya Mencoreng Bisnis Asuransi di Indonesia
suara.com + istockphoto.com

Kasus Jiwasraya Mencoreng Bisnis Asuransi di Indonesia

Senin, 13 Januari 2020

Menyedihkan sekali kasus jiwasraya ini, disaat saya sedang menulis artikel untuk memperkenalkan asuransi ke masyarakat Indonesia. Eh, tiba-tiba kabar tidak sedap muncul dengan berita mengerikan. Sungguh ini kabar yang sangat mengerikan bagi bisnis asuransi, terlebih yang di Indonesia.

 

Masuk koran sana sini, masuk tivi ditonton jutaan orang. Wuuh, memalukan sekali! Gimana mau berkembang ini bisnis asuransi? Tambah kecoreng malah iya tuh.

 

Orang-orang makin takut untuk ikut asuransi, takut uangnya hilang nggak bisa diambil lagi. Gimana mau diambil? perusahaan jiwasranya aja udah gak punya uang.

 

Saya melihat ini sebagai kampanye asuransi terburuk, makin menambah ketakutan orang untuk ikut asuransi. Lah, yang dulu-dulu saja sebelum kasus ini muncul ngajak oranga masih susah kok. Tiba-tiba ini muncul, buuummm

 

BUMN lagi, mantep betul kan! double hit. Bisnis asuransi kedepan bakal bikin orang makin hati-hati dan butuh waktu untuk memulihkan kepercayaan masyarakat ke bisnis ini.

 

Tahun 2018 saja baru 1,7% orang Indonesia yang ikut asuransi (kompas.com). Duhh kan, masih dikit banget. Ditambah kasusnya kejadian di perusahaan plat merah punya pemerintah, bakal bisa jadi ujung tombak yang buat kepercayaan masyarakat ke pemerintah jadi rontok.

 

Kasus jiwasraya ini mesti ditangani serius, selain karena kerugiannya buanyak banget yaitu sebesar Rp 27,2 triliun (kompas.com: data BPK November 2019). Itu duit sebanyak itu punya orang banyak lho yaa dan bukan cuma orang Indonesia.

 

Ada lho orang korea yang jadi bos samsung Indonesia taruh uang di Jiwasraya, 8 milyar rupiah duitnya belum balik (cnbcindonesia.com). Ini orang asing lho, yang bakal bicara kemana-mana. Terbaru dia bicara di ILC TV One, yang ditonton jutaan orang. Dan kayaknya bakal ada kabar-kabar nggak enak juga sampai ke Korea tuh kalau bisnis asuransi punya pemerintah Indonesia sedang bermasalah.

 

Dah ah, cape diterus terusin nggak ada habisnya ngomongin yang jelek-jelek. Tunggu aja nanti gimana kasus ini bakal selesai, gimana langkah-langkah pemerintah lewat Kementerian BUMN yang bakal diambil. Selain juga sambil nunggu hasil penyelidikan Kejagung.

 

Semoga lekas berakhir dengan cara yang baik, sebab banyak nasabah dan orang-orang yang masih menunggu uangnya bisa kembali.

0 respon21 dilihat


Memuat Komentar