6 Syarat Wajib Agar Risiko Dapat Diasuransikan
simplilearn.com + kirkpatrickprice.com

6 Syarat Wajib Agar Risiko Dapat Diasuransikan

Jumat, 30 Agustus 2019

Tulisan di blog ini belum menampilkan artikel mengenai produk asuransi secara mendalam. Disini titik pentingnya, sebab kita akan mengenali dulu bangunan fondasi asuransi sebelum masuk lebih detail.


Cara terakhir yang tepat dibanding tiga cara lainnya pada artikel 4 Cara Mengelola Risiko Ini Sering Dilupakan Padahal Simpel dan Manjur. Ketiga cara lain seperti menjauhi, mengecilkan, dan mengambil risiko memiliki kekurangan berupa potensi kerugian yang lebih besar. Tidak semua risiko dapat diasuransikan, sebab ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar risiko dapat diasuransikan.


Risiko Murni
Risiko murni yang dimaksud ialah risiko yang timbul tidak dibuat-buat, tidak disengaja, hingga yang tidak dapat dihindari. Risiko datang begitu saja alias kebetulan, tidak dikira-kira alias spekulatif, tidak didekati dan tidak dicari-cari, tahu-tahu sudah datang saja tanpa ketok pintu. Misal pada orang yang berjualan dengan risiko kerugian merupakan risiko yang spekulatif atau dikira-kira sehingga tidak dapat dikategorikan sebagai risiko murni, pada akhirnya tidak ada produk asuransi yang dapat menanggung risiko seperti ini.

 

Lagi, missal pada orang yang memiliki asuransi kematian sekali pun bila kematiannya disebabkan dibunuh ahli warisnya atau kematiannya karena sengaja minum racun maka tidak dapat juga disebut sebagai risiko murni. Sehingga kematian atau keracunan semacam itu tidak berhak mendapat jaminan perawatan dari asuransi.


Risiko Jelas
Risiko jelas yang dimaksud ialah risiko yang kejadiannya dapat dinyatakan secara pasti berdasarkan pemahaman dari bukti yang ada. Misal pada risiko kebakaran dapat dibuktikan foto tempat kejadian disertai berita acara, risiko kecelakaan dibuktikan surat keterangan dari kepolisian, risiko sakit dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter, dan risiko kematian yang dapat dibuktikan dengan surat keterangan dari rumah sakit.


Risiko Tetap
Risiko tetap artinya risiko tersebut tidak dipengaruhi keadaan politik dan ekonomi negara. Risiko ini tidak akan terpengaruh bila negara mengalami naik turun ekonomi ataupun stabilitas politik yang kadang panas kadang dingin.


Risiko Finansial
Hanya risiko yang memiliki dampak finansial yang dapat diasuransikan, sedangkan risiko non-finansial tidak dapat mendapatkan asuransi. Kenapa? Karena setiap risiko harus dapat dihitung seberapa besar kerugian dengan menilainya berdasarkan sejumlah uang. Misalnya pada risiko kecelakaan yang menimpa seseorang dapat dinilai dampak finasialnya berupa biaya perawatan dan hilangnya kesempatan mendapatkan penghasilan. Pada kasus seperi ini, asuransi dapat memberikan manfaat untuk menganti biaya perawatan, pengobatan, atau sejumlah uang sebagai ganti hilangnya kesempatan mendapatkan penghasilan (karena meninggal maupun cacat).


Risiko Dapat Dihitung
Risiko yang dapat dihitung kerugiannya dalam bentuk sejumlah uang maka risiko tersebut dapat mendapatkan asuransi. Tentu juga harus memenuhi berapa syarat lainnya. Misal orang yang mengalami sakit tiba-tiba, maka harus dapat dijelaskan secara jelas tempat, waktu dan tempat kejadian, jenis penyakit, dan tempat perawatannya. Kejelasan laporan ini akan digunakan sebagai acuan dalam memberikan pertanggungan atas biaya perawatan, namun rasa sakit yang diterima orang tersebut tidak dapat digunakan sebagai acuan untuk diukur atau digunakan dalam laporan biaya pertanggungan.


Pada orang yang memiliki asuransi jiwa maka besarnya kerugian finansial karena kematian dihitung dalam sejumlah uang tertentu, sebab kematian sulit untuk diukur besarnya angka kerugian. Sejumlah uang yang diberikan sebelumnya telah disepakati antara pemegang polis dan perusahaan asuransi.


Risiko Harus Besar
Besarnya tingkat risiko yang diterima tiap orang berbeda-beda alias relatif. Beda waktu, maka beda besar tingkat risiko dan beda tempat juga beda juga besar tingkat risikonya. Misal orang dengan penghasilan 25 juta rupiah tentu menganggap risiko biaya perawatan di rumah sakit sebesar 4 juta rupiah sebagai nilai kecil, berbeda tentu dengan orang yang berpenghasilan 3,5 juta rupiah perbulan. Perbedaan tingkat risiko pada akhirnya akan membedakan besarnya nilai pertanggungan dari perusahaan asuransi dan menentukan pula besarnya premi yang harus dibayar.

 

Tidak hanya enam syarat risiko di atas yang digunakan sebagai acuan dalam menentukan risiko, namun juga besarnya presmi yang harus dibayar. Bila premi terlalu mahal tentu tidak akan ada yang berminat sehingga tidak ada yang akan membeli. Hidup memang selalu berdekatan dengan risiko-risiko, sehingga pengelolaan risiko harus disesuaikan dengan hal yang berpotensi dapat terjadi.
 

0 respon17 dilihat


Memuat Komentar