6 Prinsip, 5 Tujuan dan 2 Fungsi Asuransi Bagi Kehidupan

6 Prinsip, 5 Tujuan dan 2 Fungsi Asuransi Bagi Kehidupan

Senin, 26 Agustus 2019

Artikel ini menguraikan secara ringkas namun tetap berbobot tanpa menghilangkan pesan utama  yang seharusnya disampaikan. Ada tiga bagian yang saya tuliskan yaitu enam prinsip asuransi, lima tujuan asuransi dan dua fungsi asuransi yang kesemuanya saya uraikan di bawah ini.

 

FUNGSI ASURANSI

Fungsi asuransi menyoroti dua hal utama, yaitu transfer risiko dan mengumpulkan dana. Berkaitan dengan risiko dapat dibaca pada artikel Memaknai Kemungkinan Risiko.

 

1. Fungsi transfer risiko dimaksudkan untuk memindahkan risiko yang dimiliki seseorang kepada perusahaan asuransi. Tranfer risiko dilakukan agar risiko yang kemungkinan diderita oleh seseorang bisa semakin kecil. Ingat ya, bahwa tidak semua risko bisa dipindahkan. Hanya risiko yang berupa kerugian finansial yang dapat dipindahkan, sedangkan risiko lain seperti rasa sakit dan kesedihan tidak dapat di transfer.

 

2. Fungsi mengumpulkan dana dilakukan melalui premi yang dibayarkan setiap bulan oleh seseorang kepada perusahaan asuransi. Dana yang terkumpul melalui premi nantinya akan digunakan oleh perusahaan asuransi sebagai dana untuk membayar risiko kerugian yang mungkin terjadi pada peserta asuransi.

 

Dana dari premi juga digunakan perusahaan asuransi untuk melakukan investasi disektor lain yang dapat memberikan keuntungan besar untuk perusahaan. Jadi, dana atau uang premi yang dibayarkan akan terkumpul dalam jumlah besar, makin banyak orang ang ikut asuransi maka dana yang terkumpul akan makin besar. Pembayaran premi yang dilakukan tiap bulan tentu mengumpulan uang sekian ratus hingga milyaran rupiah.

.

.

TUJUAN ASURANSI

1. Ekonomi

Asuransi dilihat dari sudut pandang ekonomi bertujuan mengecilkan kemungkinan ketidakpastian yang akan terjadi pada individu maupun pada perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya. Dalam hal ini asuransi bekerja dengan mengalihkan risiko yang dimiliki pihak tertanggung kepada pihak penanggung dengan mengombinasikan risiko-risiko pihak tertanggung untuk nantinya diperkirakan kemungkinan terjadinya kerugian.

 

2. Hukum

Sudut pandang hukum melihat asuransi memiliki tujuan untuk memindahkan risiko melalui remi yang dibayarkan pihak tertanggung ke pihak penanggung yang disepakati dalam suatu kontrak.

 

3. Tata Niaga

Serupa dengan di atas, sudut pandang tata niaga melihat asuransi bertujuan untuk membagi risiko kepada semua tertanggung dengan cara memindahkan risiko individu atau korporasi ke perusahaan asuransi dengan mengelola risiko lalu membaginya ke seluruh peserta.

 

4. Sosial

Secara sosial masyarakat, asuransi dipandang memiliki tujuan untuk menanggung bersama suatu kerugian yang mungkin dialami oleh pihak tertanggung atau peserta asuransi. Cara ini dilakukan melalui premi yang dibayarkan oleh tiap peserta kepada perusahaan asuransi, premi yang dibayarkan nantinya digunakan untuk memberikan ganti rugi atau santunan kepada peserta lain yang menderita kerugian.

 

5. Matematika

Segi matematik melihat asuransi bertujuan membuat perkiraan atau ramalan seberapa besar adanya kemungkinan risiko yang nantinya hasil ramalan tersebut digunakan sebagai acuan untuk membagi risiko kepada sekumpulan peserta asuransi. Penghitungan kemungkinan dilakukan melalui teori kemungkinan.

.

.

PRINSIP ASURANSI

Prinsip asuransi merupakan kebenaran dasar yang dijadikan pedoman atau pegangan dalam memahami asuransi. Terdapat enam prinsip dasar asuransi yang perlu diketahui, seperti insurable interest, utmost good faith, proximate cause, indemnity, subrogation, dan contribution.

 

1. Insurable Interest merupakan hak mengasuransikan yang terbentuk melalui hubungan finansial antara tertanggung dengan yang diasuransikan disertai pengakuan hukum.

 

2. Utmost Good Faith merupakan tindakan secara jujur dan detail mengungkapkan kebenearan fakta mengenai suatu produk asuransi maupun mengenai objek yang akan diasuransikan. Prinsip ini mengikat kedua pihak, baik pihak yang menawarkan asuransi harus memberikan penjelasan yang akurat mengenai produknya dan pihak yang membutuhkan asuransi juga memberikan informasi yang benar berkaitan dengan objek yang akan diasuransikan. Prinsip ini harus terbuka untuk dilakukan demi kepentingan bersama agar tidak terjadi kesalahpahaman dilain waktu.

 

3. Proximate Cause merupakan penyebab yang disertai rangkaian kejadian hingga berakibat pada suatu hal tanpa adanya intervensi.

 

4. Indemnity merupakan mekanisme penyediaan kompensasi finansial yang dilakukan oleh penanggung dalam upaya menempatkan tertanggung dalam posisi keuangan sebelum terjadi kerugian.

 

5. Subrogation merupakan pengalihan hak penuntutan dari tertanggung ke penanggung setelah klaim dibayar.

 

6. Contribution merupakan hak penanggung mengajak penanggung lainnya untuk ikutserta menanggung tertanggung tanpa ada kesamaan kewajiban dalam memberikan indemnity.

 

Sampai disini dulu posting mengenai prinsip asuransi yang perlu diketahui, meskipun penjelasan di atas sangatlah terbatas semoga saja dapat bermanfaat bagi para pembaca.

 

 

0 respon19 dilihat


Memuat Komentar