6 Langkah Praktis Memilih Asuransi Bagi Calon Nasabah Baru
societyoftouristguides.org.sg

6 Langkah Praktis Memilih Asuransi Bagi Calon Nasabah Baru

Minggu, 15 September 2019

Berlembar-lembar polis asuransi yang disodorkan oleh agen asuransi dan bermacam-macam produk asuransi yang ditawarkan bisa saja membuat sebagian dari kita (calon nasabah asuransi) menjadi bingung harus mulai darimana.

 

Belum lagi beragam informasi dengan kata-kata asing. Calon nasabah seharusnya teliti sebelum menyetujui kontrak asuransi yang akan diambil, untuk itu sebelum membeli produk asuransi ada baiknya memperhatikan beberapa langkah memilih produk asuransi.


1. Mengenal Profil Diri Sendiri

Calon nasabah yang ditawari ataupun memang berminat mencari produk asuransi, pada langkah awal baiknya mengenal dulu profil pribadi. Langkah ini perlu dilakukan agar calon nasabah bisa menentukan kemungkinan risiko yang bisa terjadi dan bisa menentukan jenis asuransi yang dibutuhkan. Mengenal diri sendiri juga dimaksudkan mengetahui seberapa besar kemampuan kita membayar premi asuransi, sehingga tidak menambah berat jumlah pengeluaran kita nantinya.

 

Langkah ini dilakukan sendiri oleh calon nasabah sebelum bertemu agen asuransi atau kantor asuransi, sehingga calon nasabah bisa melakukan pemetaan kemampuan dan kebutuhan yang diperlukan. Bukan malah datang ke agen atau kantor asuransi dengan data kosong atau data seadanya menebak-nebak. Apalagi bila anda berkeluarga, tentu perlu berdiskusi dulu dengan suami, istri, anak, atau anggota lainnya.


2. Menentukan Risiko Prioritas

Misal risiko kematian suami atau istri yang dapat mempengaruhi keuangan keluarga dan masa depan anak, risiko sakit, risiko kecelakaan, risiko kebakaran rumah, risiko kehilangan motor atau mobil, risiko kebanjiran, risiko gempa bumi, dan risiko-risiko lainnya. Banyak bukan risiko di sekitar kita? Tentukan risiko mana saja yang kemungkinan besar akan terjadi dan pada siapa nantinya risiko itu akan dapat terjadi.

 

Apakah ada kemungkinan risiko akan terjadi pada suami, istri, anak, atau anggota keluarga lainnya. Misalnya seorang karyawan yang sudah mendapat asuransi kesehatan, maka tidak perlu lagi membeli asuransi kesehatan. Apalagi ada perusahaan yang bahkan menanggung asuransi kesehatan tidak hanya untuk karyawan seorang diri, melainkan juga untuk seluruh anggota keluarga.

 

Sehingga dana yang dimiliki dapat digunakan untuk membeli asuransi lainnya. Untuk itu, menentukan risiko prioritas yang kemungkinan terjadi penting untuk dilakukan agar dana yang dimiliki dapat digunakan dengan optimal.


3. Mempelajari Produk Asuransi

Profil diri sudah tahu dan risiko prioritas sudah disusun, langkah selanjutnya yaitu mempelajari produk asuransi. Pemahaman mengenai produk-produk asuransi dan jenis-jenisnya mutlak diperlukan, sehingga saat mendengar penjelasan agen asuransi kita dapat mudah mengikutinya. Memahami produk asuransi dimaksudkan pula agar nantinya kita tidak mudah diiming-imingi dan dibohongi dengan kata-kata manis saja.

 

Namun, kita memang sudah paham dan jelas serta mengerti kebutuhan yang kita perlukan. Pemahaman terhadap produk asuransi dapat dilakukan dengan mengerti dulu mengenai jenis-jenis asuransi ada apa saja. Lalu, melihat turunan jenis asuransi dan  produk-produk asuransi yang ditawarkan oleh tiap perusahaan. Bandingkan tiap produk dari tiap perusahaan, pilih produk yang sesuai dan memberikan perlindungan optimal bagi calon nasabah.


4. Memilih Produk Sesuai Kebutuhan dan Kemampuan

Saat mempelajari produk asuransi, calon nasabah perlu sekali lagi mempertimbangkan kebutuhan yang benar-benar dibutuhkan dan kemampuan membayar premi. Memang banyak produk asuransi yang menawarkan bermacam produk menarik, namun perlu diingat dua hal tadi. Jangan mudah dirayu dengan kata-kata manis dan rayuan yang tidak masuk akal, namun kenali dulu secara mendalam produknya.


5. Memilih Perusahaan Asuransi dengan Kinerja Baik

Produk pun akhirnya sudah ditentukan, selanjutnya lihat siapa dibelakangnya. Lihat perusahaan asuransi yang menerbitkan produknya. Bagaimana kinerja perusahaan dalam jangka waktu satu tahun terakhir, laporan keuangan di website resmi perusahaan, lihat tingkat kesehatan perusahaan (aset, premi, laba, tingkat klaim, tingkat risiko keuangan) apakah lancar atau tersendat dalam mengajukan klaim?

 

Dan seberapa besar perusahaannya hingga dimana kantor pusat dan ketersediaan kantor abang di daerah kita. Bukan berarti merk perusahaan asuransi kecil yang jarang terdengar ditelinga kita adalah jelek, memang tidak ada jaminan kebesaran sebuah merk asuransi memberikan kepuasan yang tinggi bagi nasabah.


6. Bertanya dengan Nasabah Lain

Lakukan obrolan kecil dengan orang-orang disekitar kita yang pernah menggunakan produk asuransi dari sebuah perusahaan. Tanyakan bagaimana pengalaman mereka selama menggunakan produk asuransi tersebut, kendala apa saja yang pernah dialami, bagaimana kemudahan melakukan klaim, dan beragam pertanyaan lainnya.

 

Bila ada waktu, tanyakan degan detail kepada teman, tetangga, atau orang yang kita kenal. Bisa juga kita menggunakan google untuk menelusuri pengalaman orang-orang yang menggunakan produk asuransi, bertanya pada anggota forum kaskus, mengikuti grup facebook, banyak cara yang bisa dilakukan.

 

Perlu dingat, bahwa tak ada gading yang tak retak

sehingga ada saja orang yang mengatakan tidak puas terhadap produk asuransi perusahaan X, namun ada pula yang merasa puas. Tentu, waktu dan situasi kejadiannya perlu dilihat. Kadang ada perbedaan pengalaman pada satu produk asuransi yang sama antar nasabah.

 

Baca juga: 6 Pertanyaan Panduan Sebelum Memutuskan Membeli Asuransi Jiwa

 

Tanyakan kapan tahunnya, karena bisa jadi perusahaan melakukan perbaikan pelayanan dari tiap masalah baru yang ditemui. Namun, bila dari hasil tanya-tanya ke teman, tetangga, dan keluarga ternyata produk tersebut banyak yang tidak merekomendasikan maka perlu dipertimbangkan lagi. Tentu dong, kita maunya yang bagus dengan pelayanan memuaskan. Tidak hanya janji-janji dan iklan promosi saja!
 

0 respon20 dilihat


Memuat Komentar