4 Kelompok Besar Jenis Asuransi yang Tersedia di Indonesia
Investmentmagazine.com.au + mutaikelvin.com

4 Kelompok Besar Jenis Asuransi yang Tersedia di Indonesia

Minggu, 01 September 2019

Jenis-jenis asuransi di Indonesia terbagi dalam dua kelompok inti, yaitu asuransi tradisional dan asuransi nontradisional. Asuransi tradisional terbagi menjadi asuransi berjangka (term life), asuransi seumur hidup (whole life), dan asuransi dwiguna (endowment) sedangkan asuransi nontradisional yaitu unit link. Berbagai jenis asuransi yang saat ini ada tentu saja akan memenuhi 6 Syarat Wajib Agar Risiko Dapat Diasuransikan yang telah saya tuliskan pada artikel sebelumnya.

 

ASURANSI BERJANGKA

Asuransi berjangka merupakan jenis asuransi yang memiliki keterbatasan waktu dalam memberikan perlindungan, artinya asuransi ini memiliki jangka waktu berlaku. Bila menemui sebuah produk asuransi dengan jangka waktu tertentu, maka dapat dipastikan bahwa itu merupakan jenis asuransi berjangka. Sehingga bila tidak terjadi risiko maka uang premi yang dibayarkan tidak dapat diambil lagi.

 

Keterbatasan waktu perlindungan menjadikan asuransi jenis ini dapat dibeli dengan premi yang murah dibandingkan jenis asuransi lain. Walapun premi yang kecil, bukan berarti uang pertanggungan yang diterima ketika terjadi risiko juga kecil. Uang pertanggungan pada asuransi berjangka bisa mencapai ratusan hingga milyaran rupiah.

 

Contoh asuransi berjangka misalnya asuransi perjalanan naik bus, naik pesawat terbang, atau naik kapal laut. Ada juga asuransi berjangka misal saat pergi jalan-jalan bersama teman sekolah saat study tour. Meskipun waktunya dibatasi, asuransi berjangka bisa juga dibeli untuk jangka bertahun-tahun misal 5 tahun atau 15 tahun.

 

Produk lain yang termasuk jenis asuransi berjangka ialah asuransi jiwa yang dibatasi dengan jangka waktu misal 25 tahun. Untuk produk asuransi jiwa dengan jangka waktu maka ada persyaratan pemeriksaan kesehatan yang harus dilakukan dengan ketat.

 

Tidak ada uang tunai yang diterima dari jenis asuransi berjangka bila pada akhir kontrak pihak tertanggung yang membeli asuransi tidak mengalami apa-apa alias masih hidup. Nah, disinilah yang jadi kurang menarik bagi jenis asuransi berjangka karena tidak ada uang tunia yang diterima ketika asuransi berakhir alias premi yang dibayar hangus. Walaupun sesungguhnya diberikan kesehatan dalam jangka waktu lama juga nikmat yang tidak dapat dinilai.

 

Akhirnya dapat diketahui bahwa ciri asuransi berjangka yaitu asuransi dibatasi waktu, asuransi dengan uang premi murah/kecil, uang pertanggungan besar, dan tidak menerima uang tunai bila saat kontrak berakhir tetap hidup.

 

ASURANSI SEUMUR HIDUP

Jenis asuransi seumur hidup berbeda dengan asuransi berjangka, asuransi ini dapat memberikan perlindungan selama 100 tahun. Banyak yang menyukai jenis auransi seumur hidup karena bisa memberikan uang diakhir kontrak asuransi. Walaupun saat diakhir kontrak pihak tertanggung tetap hidup dan masih sehat.

 

Uang yang diterima dari jenis asuransi seumur hidup merupakan uang yang telah ditetapkan saat membeli asuransi di awal kontrak. Adanya uang tunai yang diterima saat akhir kontrak mengakibatkan makin besarnya premi yang harus dibayar dan makin kecilnya uang pertanggungan dibandingkan pada jenis asuransi  berjangka.

 

Uang tunai yang nantinya dapat diterima bila nasabah meninggal ataupun saat nasabah masih hidup diakhir kontrak dapat digunakan sebagai agunan pinjaman, bahkan juga dapat menerima bonus dividen dari perusahaan asuransi. Nasabah yang tidak dapat membayar premi juga dapat mengambil dana dari nilai tunai uang tersebut, bahkan nasabah yang membatalkan asuransi dapat menerima nilai tunai yang telah ditentukan sehingga premi asuransi yang dibayarkan tidak hangus.

 

Ada yang perlu diingat, bahwa uang tunai yang tidak besar diawal kontrak tentu nilainya akan berbeda setelah 10 tahun atau 40 tahun kedepan. Adanya inflasi dan potongan biaya lain yang haru dikurangi dapat menjadikan uang tunai yang saat ini terlihat besar akan menjadi kecil nilainya setelah puluhan tahun. Perhatikan kondisi ini saat ada agen yang menawari sebuah produk asuransi seumur hidup.

 

ASURANSI DWIGUNA

Asuransi dwiguna merupakan jenis asuransi berjangka yang sifatnya seperti asuransi berjangka dan juga sebagai tabungan. Asuransi dwiguna memiliki tingkat premi yang lebih besar dibandingkan jenis asuransi berjangka dan asuransi seumur hidup. Namun, pada asuransi dwiguna terdapat nilai tunai dan uang yang dapat diambil bertahap sebelum kontrak selesai. Uang yang keluar dapat diambil misalnya tiga atau lima tahun sekali.

 

ASURANSI UNIT LINK

Premi yang dibayarkan pada asuransi unit link digunakan untuk proteksi dan investasi, hal ini berbeda dengan ketiga jenis asuransi tradisional yang hanya menggunakan premi untuk proteksi saja. Uang premi yang digunakan untuk investasi akan digunakan oleh perusahaan asuransi untuk berinvestasi pada pasar uang, saham, obligasi, deposito atau campuran. Penempatan dana invetasi pada unit link dapat meminta persetujuan dari peserta asuransi selaku pemegang polis dengan memilih diantara unit link pasar uang, unit link pendapatan tetap, unit link saham, atau pada unit link campuran.

 

Perlu diingat! Jenis asuransi unit link merupakan produk asuransi yang bisa dikatakan agak rumit karena ada kaitannya dengan dunia investasi, sehingga calon nasabah diharapkan memahami aturan dan kebijakan yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi dengan pemahaman yang matang.

 

Perusahaan asuransi yang menawarkan unit link namun tidak memiliki unit pengelolaan investasi sendiri maka perusahaan akan menitipkan pengelolaan investasi pada manajer investasi diluar perusahaan. Dana investasi yang akan ditempatkan sebelumnya perlu menyesuaikan dengan situasi nasabah pemegang polis.

 

Bila nasabah cukup berani dan siap untuk berinvestasi dalam jangka waktu lama maka nasabah dapat menempatkan dananya pada jenis investasi saham dengan risiko tinggi namun juga dengan keuntungan yang tinggi pula, bila nasabah kurang begitu berani mengambil risiko maka dapat mengambil investasi pada obligasi dengan risiko rendah juga dengan keuntungan yang lebih rendah.Keuntungan yang didapat dari hasil investasi pada asuransi unit link dapat dipinjam maupun diambil.

 

Jika pemegang polis meninggal maka ahli waris akan mendapatkan uang pertanggungan ditambah dengan uang tunai dari keuntungan investasi. Besarnya nilai tunai disesuaikan dengan keadaan pada pasar keuangan saat uang dicairkan.

 

Sekian artikel mengenai jenis-jenis asuransi yang ada di Indonesia, semoga penjelasan mengenai jenis dan macam-macam asuransi dapat memberikan manfaat dan bahan informasi mengenai produk asuransi agar nantinya calon nasabah dapat memilih produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan.
 

0 respon31 dilihat


Memuat Komentar