4 Cara Mengelola Risiko Ini Sering Dilupakan Padahal Simpel dan Manjur

4 Cara Mengelola Risiko Ini Sering Dilupakan Padahal Simpel dan Manjur

Rabu, 28 Agustus 2019

Kita sudah tahu bahwa benar adanya risiko itu tak dapat dihindari sepenuhnya dan tak dapat dirinci sedetail-detailnya, namun bukan berarti kita tidak bisa mengatur risiko ini tadi. Bukan pula artinya kita juga akan menerima semua risiko secara berurutan walaupun memang datang dan dimana tempatnya akan terjadi kita tidak bisa tahu pasti. "Tidak tahu pasti" bermakna kita tahu dan sadar namun tidak bisa menghitung secara tepat terjadinya bukan? Artinya kita sudah mampu untuk berhitung dan menyadarkan diri agar terhindar dari risiko dan kalaupun tetap terjadi kita bisa meminimalisir alias mengecilkan risiko.

 

Wajar bagi manusia untuk terus berupaya bertahan hidup, salah satunya dengan mengecilkan risiko atau bahasa kerennya “manajemen risiko”. Kita mesti bisa menerima dan paham bahwa risiko pasti tetap ada kapanpun itu, sebelumnya saya pernah tuliskan di artikel memaknai risiko yang datang silih berganti dalam kehidupan. Meskipun begitu kita juga perlu mencari cara untuk mengelola risiko-risiko tersebut, seperti menjauhi risiko, mengecilkan risiko, memindahkan risiko atau mengambil risiko.

 

Menjauhi Risiko
Manajemen risiko dengan cara ini merupakan upaya paling dasar untuk menghadapi risiko, bisa dikatakan sebagai cara paling mudah. Walaupun cara ini mudah, namun tidak semua orang mau melakukannya. Tetap saja ada yang nekat dan tidak menggunakan cara ini. Manajemen dalam menghadapi risiko pada cara ini dilakukan dengan hanya menjauhi sesuatu yang dimungkinkan dapat menyebabkan terjadinya risiko. 

 

Bila mau bepergian jauh, misalnya dari pulau sumatera ke pulau jawa dan tidak ingin capek dan tidak ingin waktu yang lama maka “Jauhi” bus alias jangan naik bus melalui jalur darat tapi pilihlah menggunakan jalur udara atau pesawat maka badan tidak akan capek dan tidak menghabiskan waktu berhari-hari hanya hitungan jam saja.

 

Tahu apa akibatnya kalau merokok? Pasti sudah banyak yang tahu, tinggal baca di kotak rokoknya, seperti sakit kanker tenggorokan dan sakit pernapasan paru-paru. Nah, kalau tidak mau terkena semua penyakit itu tadi ya sudah “Jauhi” saja itu rokok, jangan dekat-dekat dengan rokok apalagi merokok. Walaupun begitu tetap saja ada banyak orang yang menganggap rokok aman saja dan tidak berakibat separah penyakit tadi, itu karena efek yang didapat akan terjadi dalam waktu lama bertahun-tahun sehingga merokok dianggap hal biasa.

 

Bukti kalau tidak semua orang dapat mengenali dan menjauhi risiko yang mendekat pada dirinya. Oleh karena itu, cara menghadapi risiko dengan cara “menjauhi” risiko tidak cukup untuk bisa melindungi kita dari risiko-risiko, apalagi cara ini bergantung pada diri kita sendiri. Apakah mau atau tidak untuk menghindarinya?

 

Mengecilkan Risiko
Cara mengecilkan risiko dapat dilakukan dengan mengurangi risiko yang bisa terjadi.  Pengurangan risiko dilakukan misalnya saat kita memakai helm. Ketika pergi kuliah atau kerja mengendari motor maka kita harus mengenakan helm, tentu wajib bagi kita untuk tetap berangkat kuliah atau bekerja bukan? Sudah wajiblah! Apa jadinya kalau kita tidak kuliah dan tidak bekerja!

 

Jadi, kita tetap wajib berangkat walaupun kita tahu bahwa saat mengendari motor kita dihadapkan dengan berbagai situasi yang bisa saja mengancam salah satunya kecelakaan di jalan. Untuk itu maka kita memakai helm, sehingga walaupun kita terjatuh pun masih ada harapan besar kita selamat dan aman dari luka yang serius pada kepala. Dengan menggunakan helm maka kita sudah mengurangi risiko atau sebaliknya, bila helm tidak digunakan maka risiko penuh akan kita terima.

 

Banyak diantara pengendara motor yang menggunakan helm hanya karena takut ditilang polisi atau hanya karena aturan saja, sehingga helm yang digunakan kadang seadanya dan tidak sesuai standar. Padahal risiko yang diterima saat cidera pada kepala kita parah bisa berjuta-juta rupiah biaya perawatan di rumah sakit dibanding ditilang. Cara ini tidak bisa memberikan jaminan 100% keamanan, hanya mengecilkan risiko yang pasti tidak terhindar saja sehingga diperlukan manajemen risiko lain untuk melindungi.

 

Memindahkan Risiko
Cara manajemen risiko ketiga dilakukan dengan memindakan risiko yang kita miliki kepada pihak lain. Perlu diingat bahwa pemindahan risiko ini bukan berarti memindahkan seluruh akibat yang kita derita, hanya sebatas pada pemindahan risiko finansial saja. Rasa sedih kehilangan dan rasa sakit yang dirasakan merupakan contoh risiko yang tidak dapat dipindahkan.

 

Pemidahan semua risiko atau hanya sebagian saja dapat dilakukan ke pihak lain misalnya perusahaan asuransi dan badan jaminan sosial pemerintah. Pemindahan risiko dilakukan dengan syarat-syarat khusus yang harus disetujui oleh kedua pihak, misalnya dengan membayar iuran sejumlah tertentu sesuai dengan persentase penghasilan atau harga objek.

 

Mengambil Risiko
Pilihan keempat yang dapat dilakukan biila ketiga pilihan di atas tidak dapat digunakan maka mengambil risiko lalu menerimanya merupakan cara terakhir yang harus kita terima. Mengambil risiko terpaksa dipilih sebagai akibat jika risiko tidak dapat dijauhi, tidak dapat dikecilkan, dan tidak dapat dipindahkan. Sehingga, perlu dimaknai bahwa risiko ini memang sudah sepatutnya kita terima sebagai akibat pilihan dimasa lalu atau memang sudah ketentuan Tuhan yang harus diterima dengan ikhlas.

 

Empat cara manejemen risiko yang dapat kita tempuh sudah coba dijelaskan di atas, semoga dapat kita manfaatkan sebaik mungkin penggetahuan mengenai manajemen risiko ini. Berbagai cara di atas bukan hanya ditujukan untuk melindungi diri kita sendiri, melainkan juga dapat digunakan untuk menghadapi risiko yang kemungkinan terjadi pada diri kita namun memiliki dampak risiko yang tidak hanya kita rasakan namun juga oleh orang dan sesuatu disekitar.

 

Menjauhi risiko, mengecilkan risiko, dan memindahkan risiko bukan ditujukan semata-mata bagi kepentingan perlindungan pribadi namun juga untuk melindungi kepentingan masa depan keluarga, bisnis maupun orang-orang yang kita cintai.
 

0 respon14 dilihat


Memuat Komentar