2 Kesimpulan Pengertian Asuransi dari Sudut Pandang Para Ahli dan Undang-undang Indonesia

2 Kesimpulan Pengertian Asuransi dari Sudut Pandang Para Ahli dan Undang-undang Indonesia

Kamis, 22 Agustus 2019

Pengertian Asuransi atau definisi asuransi ada bermacam-macam, hal ini karena memang asuransi bisa dilihat dari berbagai sudut pandang. Ada pula kesamaan antara definisi asuransi satu dengan yang lain, namun ada pula perbedaan antara pengertian asuransi satu dengan yang lain. Tidak mengapa, ya tadi itu karena berbeda sudut pandang dan pengalaman setiap orang.

 

Istilah asuransi bila dilihat dari bahasa Inggris disebut “insurance” yang artinya asuransi atau jaminan, sedangkan bila dilihat dari bahasa Belanda disebut “verzekering” artinya pertanggungan. Umumnya terdapat dua pihak yang terlibat dalam asuransi, yaitu pihak pertama yang mampu menanggung dan memberi jaminan atas kerugian yang diderita pihak kedua.

 

Definisi asuransi pada posting ini dibagi dalam dua kelompok, yaitu definisi asuransi dari para ahli dan definisi asuransi dari undang-undang. Berikut ini definisi asuransi dari para ahli, dapat dilihat sebagai berikut.


Richard M. Heins dan Arthur William Jr mengartikan asuransi menjadi dua poin utama, yaitu:

  • Asuransi merupakan pengaman terhadap kerugian finansial yang dilakukakan seorang penanggung.
  • Asuransi adalah persetujuan dengan dua orang atau lebih atau dengan badan pengumpul dana untuk menanggulangi kerugian finansial.

 

Definisi selanjutnya dari Prof Mehr dan Cammack yang mengatakan bahwa asuransi merupakan alat untuk mengurangi risiko keuangan dengan mengumpulkan unit exposure dalam jumlah memadai untuk membuat agar kerugian individu dapat diperkirakan sehingga kerugian yang diramalkan dapat dipikul merata oleh orang-orang yang bergabung.

 

Definisi di atas hampir serupa dengan Prof. Mark R. Green yang mengatakan bahwa asuransi adalah lembaga ekonomi yang bertujuan mengurangi risiko dengan cara mengombinasikan pengelolaan sejumlah objek yang besar jumlahnya, sehingga kerugian tersebut dapat diramalkan secara menyeluruh dalam batas-batas tertentu.

 

Beralih ke definisi Undang-undang Republik Indonesia No. 2 Tahun 1992 mengenai Usaha perasuransian Bab 1 Pasal 1 yang menyatakan bahwa asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggungjawab tertenggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seorang yang dipertanggungkan.

 

Meskipun definisi asuransi di atas terlihat begitu tua karena berasal dari tahun 1992, namun sampai saat ini masih relevan dan digunakan sebagai acuan. Selanjutnya, pengertian asuransi dari Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD) Pasal 246 yang menyatakan bahwa asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian dengan mana seorang penaggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan menerima suatu premi, untuk penggantian kepadanya karena suatu kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tidak tentu.

 

Total terdapat lima definisi asuransi, tiga definisi pakar asuransi dan dua definisi perundang-undangan resmi di Indonesia.

 

Definisi asuransi di atas selanjutnya kita bagi menjadi dua kelompok, yaitu definisi yang lebih ringkas dan definisi yang lebih formal tanpa mengurangi arti dan makna masing-masing, silakan dipilih mana yang disukai.

 

Asuransi adalah alat pengurangan risiko berkaitan dengan perekonomian melalui cara penggabungan pihak-pihak yang terkena risiko sama atau hampir sama dalam jumlah cukup besar, agar nantinya dapat diramalkan kerugian yang kemungkinan terjadi, sehingga dapat dibagi proporsional kepada semua pihak yang tergabung.

 

Asuransi adalah pelimpahan risiko pihak pertama kepada pihak kedua yang diatur dengan aturan hukum universal disertai dengan persyaratan tertentu yang telah disepakai kedua pihak.

0 respon24 dilihat


Memuat Komentar