Menjual Mimpi Untuk Membangun Tim Startup
fi.co + markarnold.com

Menjual Mimpi Untuk Membangun Tim Startup

Senin, 16 Maret 2020

Startup bisa “menjual mimpi” untuk mengajak seseorang bekerja bersama. Menjual mimpi yang founder miliki kepada seseorang atau teman yang dikenal bisa menjadi pilihan.

 

Selain gaji bisa dibicarakan sambil minum kopi, pembagian persentase kepemilikan saham juga bakal jadi penggerak semangat. Karena pemiliki saham akan merasa memiliki perusahaan tempatnya bekerja.

 

Startup bisa saja dibuat sendiri, namun tidak semua startup bisa melakukan hal itu “sendiri”. Ada juga yang hanya punya dua orang pendiri “founder”. Sudah cukup! bahkan tanpa perlu karyawan tambahan. Maklum deh, startup memang modenya ngirit banget.

 

Tidak semua startup bisa dikerjakan sendiri lohh! memangnya kita ini serba bisa? walaupun memang ada keuntungan jadi founder startup yang multitasking dan serba bisa. Namun, serba bisa pun juga ada batasnya.

 

Namun, apakah dengan serba bisa maka seorang founder bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan sempurna? ingat, tidak semua bidang dapat kita kuasai. Karena itu, manusia disebut sebagai mahluk sosia yang membutuhkan bantuan orang lain.

 

Startup penyedia konten seperti website yang menyajikan artikel teks bisa saja dikerjakan sendiri atau berdua. Bagaimana kalau kita mau membuat sebuah startup yang menyediakan jasa pembuatan game atau video explainer maker?

 

Bisa saja datang banyak “job” yang harus segera dikerjakan sesuai pesanan. Kalau dikerjakan sendiri tentu akan lama selesainya atau bahkan malah nggak selesai, karena kecapean dan ide nggak bisa keluar fresh dari otak.

 

Startup seperti itu akan membutuhkan banyak orang, tentunya dengan kemampuan yang mumpuni dibidangnya. Nggak mungkin mau merekrut orang yang nggak punya kemampuan. Rekrut-merekrut akan jadi masalah dikemudian hari, karena urusan nanti ke budget perusahaan.

 

Sumber daya manusia yang bagus tentu juga akan membutuhkan sumber daya keuangan yang besar. Belum lagi startup sebagai perusahaannya baru, biasanya tidak banyak orang yang mau melirik untuk bekerja di tempat ini.

 

Alasannya bisa jadi karena serba belum jelas masa depan perusahaan dan karirnya. Belum lagi orang yang punya skill oke juga maunya kerja di perusahaan yang sudah mapan dan punya jenjang karir jelas.

 

Taulah..startup kan masih unyu-unyu kalau rekrut orang seperti pasang lowongan pekerjaan susah, rekrut aja temen sendir. Pastikan juga orang ini punya kemampuan yang dibutuhkan, selain kasih gaji bisa juga diberi saham sekian persen. Sehingga akan menjadikan ia juga merasa memiliki perusaaan atau rekrut teman tanpa diberi saham juga bisa.

 

Sekarang ini, ada sedikit perubahan…anak-anak muda yang sudah hidup dengan internet jadi lebih tertarik dengan perusahaan startup. Bisa karena kelihatan lebih keren dan menyenangkan kalau bisa bergabung, apalagi kantor perusahaan startup biasanya punya tradisi kerja yang agak beda dengan perusahaan pada umumnya.
 

0 respon14 dilihat


Memuat Komentar