Membuat Startup Nggak Harus Jadi CEO
cgtn.com + startups.com

Membuat Startup Nggak Harus Jadi CEO

Minggu, 14 Juni 2020

Startup itu perusahaan, di dalamnya saling melengkapi dan saling berkolaborasi. Nggak mungkin mau sendirian terus kan, pasti akan ada saatnya kita membutuhkan orang lain untuk ikut mengembangkan startup.

 

Orang-orang yang datang bergabung tentu diseleksi sesuai dengan kemampuan mereka, tidak ada ceritanya sebuah startup memiliki dua CEO, dua CTO, dua CFO, dua CMO, dua COO. Bisa-bisa bubar nanti startupnya!

 

Jadi, jangan pada rebutan deh jadi CEO. Lalu siapa yang pantas? ya orang yang punya kemampuan untuk bisa membesarkan startup. Bisa dilihat kok lewat visi dan misi yang akan digunakan, apa visi dia dan bagaimana cara dia sampai pada visi tersebut. Perhatikan cara-caranya untuk bisa sampai kesitu, ya walaupun masih gagasan!

 

Posisi lain masih ada kan bro? banyak banget malahan, duduk diposisi lain pun kita masih tetap bisa disebut sebagai entrepreneur kok!

 

Begitulah sebuah perusahaan yang dibangun dengan kolaborasi satu dengan yang lain, alias kerja TIM. Makanya perlu ada CEO, CTO, CFO, CMO, COO, dan posisi penting lainnya. Nggak mungkin semua mau dipegang sendiri CEO, nggak akan bisa besar nanti. Kalau mau jadi besar ya kolaborasi Tong.

 

Tetep mau jadi CEO ya? bisa aja tuh coba aja dirikan startup sendiri. Nanti akan tahu bagaimana rasanya atau bisa dengan berkarir dulu cari pengalaman dari posisi penting lainnya. Misal jadi staf CTO, lalu bisa naik jadi CTO, atau karena sudah paham teknologi dan merasa mampu membuat produk inovatif sendiri yaa silakan deh mendirikan perusahaan sendiri.

 

Banyak kok orang-orang yang mendirikan startupnya sendiri diawali dengan bekerja untuk startup orang lain dulu.

 

Jadi CEO itu capek tau, jangan dikira enak! sama aja kayak kerjaan lain, malah dia yang jadi sorotan utama. Kalau sampai perusahaan kolaps, dia nomer satu yang disalahin. Haaa…mau berlindung kepada siapa lagi dia? gak ada tempat berlindung!

 

Gini saja deh, kalau kompeten silakan diambil posisinya! sekarang, tunjukkan seberapa kamu kompeten dalam bidang itu?

 

Bisa saja kita diajak teman untuk bergabung mendirikan startup, karena dia yang punya ide awal akhirnya dialah yang jadi CEO. Lalu karena kita bisa coding, jadilah kita CTO. Ya sudah, gitu aja kan diterima. Apakah ada masalah yang lebih kompleks lagi dalam memperebutkan kursi CEO ?

 

Awal mendirikan startup biasanya memang posisi CEO startup diisi oleh foundernya, namun setelah sekian lama berjalan atau kian membesar dari tahun ke tahun akan ada perubahan CEO. Tidak melulu foundernya, lah kalau sudah tua bagaimana? kan harus diganti dengan yang muda.

 

Lihat saja startup yang sudah menjadi perusahaan besar, mereka sudah jadi profesional dengan memiliki regenerasi CEO yang dipilih secara kompeten oleh dewan direksi (BOD), selama kita tahu Tugas dan Pengertian BOD, CEO, CTO, CFO, CMO, COO. Hmm…kalau ada yang ribut-ribut siapa CEO-nya, bisa dilihat kalau itu startup baru yang penuh dengan ambisi!

0 respon20 dilihat


Memuat Komentar