Skor Standar: Definisi, Sifat, Kelemahan
enisa.europa.eu + foxbusiness.com

Skor Standar: Definisi, Sifat, Kelemahan

Kamis, 18 Juni 2020

Skor standar adalah skor yang menunjukkan jarak antara suatu skor terhadap rata-rata hitung dalam simbangan baku. Skor standar dapat digunakan untuk membandingkan beberapa distribusi, karena mempunyai simpangan yang sama.

 

Penggunaan skor mentah sangat terbatas dan tidak dapat dipakai untuk perbandingan, sebab tidak mempunyai simpangan yang sama. Oleh karena itu, penting bagi seorang peneliti untuk memastikan bahwa skor mentah yang dimiliki sudah diubah menjadi skor standar. Dalam artikel ini, skor standar yang dimaksud mengacu pada skor standar z (huruf z kecil).

 

Agar lebih memahami skor standar, ada baiknya menyimak beberapa sifat-sifat skor standar:

  • tidak ada perubahan distribusi frekuensi, jadi ketika sebuah distribusi diubah menjadi skor standar maka tetap memiliki bentuk yang sama sama sebagaimana distribusi aslinya. Sekali bentuknya menceng kanan ya tetap menceng kanan.
  • mean skor standar bernilai nol
  • simpangan baku dan varian bernilai 1

Meskipun dengan segala keunggulan dan sifat-sifatnya tersebut, bukan berarti skor standar tidak memiliki kelemahan. Setelah skor mentah diubah menjadi skor standar maka akan ada kemungkinan ditemui skor bertanda negatif.

 

Kemunculan skor negatif karena adanya skor mentah yang besarnya dibawah rata-rata, inilah yang seringkali disebut sebagai kelemahan skor standar. Munculnya skor negatif seringkali membuat kebingungan sebagian orang, sebab nilai negatif sulit untuk dipahami dan terlihat meragukan.

 

Oleh karena kelemahannya tersebut, maka beberapa orang dan instansi menyusun bentuk skor standar lain yang lebih mudah untuk diterima dan dipahami masyarakat umum. Misalnya dengan menyusun skor standar TOEL, IELTS, SKD CPNS, dan SBMPTN.

0 respon23 dilihat


Memuat Komentar