Pengertian Range, Jangkauan, dan Contoh Menghitungnya
k945.ca + freepik.com

Pengertian Range, Jangkauan, dan Contoh Menghitungnya

Senin, 08 Juni 2020

Sebelum sampai pengertiannya, perlu diketahui bahwa banyak sekali istilah yang digunakan oleh setiap penulis buku untuk mengatakan "range". Meskipun seluruhnya memiliki arti yang sama, namun artikel ini merasa perlu untuk memberikan keterangan bahwa range memiliki arti lain yaitu jangkauan atau jarak sebaran atau rentang.

 

Semua istilah tersebut memiliki pengertian sama, sehingga pengertian range/ jangkauan/ jarak sebaran/ rentang adalah selisih antara skor terendah dengan skor tertinggi atau jarak antara nilai minimum dengan nilai maksimum.

 

Jadi, tidak perlu bingung dengan istilah yang digunakan karena itu merupakan bentuk kreativitas masing-masing penulis buku. Namun, yang perlu dicermati ialah rumus dan penggunaannya dalam mengolah data. Jika, semua istilah itu mempunyai formula yang serupa maka bisa dipastikan kegunaannya juga sama.

 

Rumus yang digunakan untuk mendapatkan nilai range/ jangkauan/ jarak sebaran/ rentang ternyata cukup sederhana, sesuai dengan definisi di atas maka rumusnya sebagai berikut:

 

Jangkauan = skor tertinggi - skor terendah

atau bisa juga dituliskan seperti ini:

Range = Xmax - Xmin

 

Berikut ini salah satu bentuk tabel distribusi frekuensi sesuai dengan data dari  Cara Membuat Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif dan Relatif. Tabel di bawah ini akan digunakan sebagai basis data dalam menghitung range/jangkauan.

 

 

Sehingga dapat diketahui beberapa informasi dari tabel di atas:

  • skor tertinggi = 97
  • skor terendah = 48

Kemudian informasi yang diperoleh diolah menggunakan rumus range, hingga diperoleh hasil sebagai berikut:

Jangkauan = 97 - 48 = 49

Hasil di atas menunjukkan bahwa nilai jangkauannya yaitu 49, besarnya nilai jangkauan yang diperoleh menunjukkan besar kecilnya variasi angka yang ada pada distribusi frekuensi. 

 

Informasi yang terkandung di dalam ukuran jangkauan tidak begitu detail dan stabil, informasi yang diperoleh tidak dapat menggamarkan keadaan data yang sesungguhnya. Hal ini dipengaruhi oleh besarnya tiap skor, bila skor terendah kemudian berubah menjadi 28 maka besarnya jangkauan akan menjadi 69 (97-28).

 

Namun, angka 69 tersebut tidak mampu memberikan gambaran variasi yang detail sebab variasi angka seluruh data tidak akan dengan mudah berubah dan dipengaruhi hanya karena ada perubahan pada satu angka saja.

 

Setelah didapat nilai jangkauan ada baiknya dilanjutkan untuk menelaah simpangan rata-rata beserta cara menghitungnya pada artikel Pengertian, Rumus Simpangan Rata Rata, dan Contoh Menghitungnya

 

Oleh karena itu, tetap penting bagi peneliti untuk melihat ukuran variabilitas lain agar dapat melihat keadaan data yang sesungguhnya. Misalnya dengan mengamati mean deviation, variance, dan standard deviation seperti yang telah diperkenalkan pada artikel Pengertian, Jenis, dan Karakteristik Ukuran Variabilitas.

0 respon18 dilihat


Memuat Komentar