Pengertian dan Contoh Penggunaan Skala Ordinal
chester.ac.uk + lifewire.com

Pengertian dan Contoh Penggunaan Skala Ordinal

Jumat, 10 Januari 2020

Skala ordinal adalah skala yang memiliki ciri untuk membedakan dan menunjukkan adanya penjenjangan kualitatif. Skala ordinal keberadaan angka-angka sudah sedikit lebih bermakna, sebab objek/subjek diurutkan sesuai dengan besar kecil angka meskipun tidak memiliki pola tertentu. Berbeda dengan skala nominal yang hanya bisa menjadi pembeda melalui pemberian nama, tentang skala nominal silakan baca artikel Pengertian, Fungsi, dan Contoh Skala Nominal.

 

Sebelum membaca lebih jauh, ada baiknya baca dulu artikel mengenai Pengertian Singkat 4 Jenis Skala Pengukuran Penelitian


Mari kita bedah satu per satu, supaya makin jelas dan tidak membingungkan. Untuk itu akan diawali dengan contoh, misalnya: pada suatu program studi yang memiliki 15 mahasiswa diketahui urutan indeks prestasi (IP) semester pertama.

 

Contoh kali ini hanya diambil lima mahasiswa dengan nilai tertinggi, kalau semua mau ditampilkan kebanyakan dung. Dan saya hanya tuliskan inialnya saja, untuk menjaga privasi.

 

Subjek                   Jenjang
Mahasiswa A        1
Mahasiswa B        2
Mahasiswa C        3
Mahasiswa D        4
Mahasiswa E        5
Mahasiswa ...    ...dst

 

Pada kolom subjek tertulis inisial mahasiswa dan nilainya, sedangkan di kolom jenjang tertulis urutan nilai tertinggi sampai terendah. Yuk mulai dibedah sesuai definisi skala ordinal pada paragraf pertama.

 

Membedakan
Serupa dengan skala nominal, pada skala ordinal tiap subjek dibedakan dengan memberi nama dengan: jenjang 1, jenjang 2, jenjang 3, jenjang 4, dan jenjang 5. Kalau mau semua mahasiswa diberikan jenjang juga bisa, maklum ini hanya contoh jadi cuma sampai lima saja.

 

Penjenjangan Kualitatif
Penjenjangan artinya diurutkan dari tertinggi ke terendah, maka harus diberikan "nama" agar mudah untuk membedakannya. Perbedaan angka yang diberikan kepada objek-objek tidak menunjukkan perbedaan kuantitatif tetapi menunjukkan perbedaan jenjang kualitatif.

 

Artinya tulisan: jenjang 1, jenjang 2, jenjang 3, jenjang 4, dan jenjang 5 tidak punya arti mutlak seperti angka nol pada skala ordinal yang juta tidak memiliki arti mutlak. Karena jarak jenjang antara dua angka yang berurutan tidak selalu sama, sehingga operasi hitung kurang bermakna.

 

Karena tidak jenjang tidak selalu sama artinya jenjang 1, 2, 3, 4, 5 bisa diganti angkanya menjadi jenjang 2, 4, 7, 8, 10 sehingga menjadi seperti ini.

 

Subjek                   Jenjang
Mahasiswa A        2
Mahasiswa B        4
Mahasiswa C        7
Mahasiswa D        8
Mahasiswa E        10
Mahasiswa ...    ...dst

 

Oleh karena itu ketika melihat contoh diatas maka dapat diketahui bahwa urutan subjek mahasiswa tidak berubah meskipun pemberian angka jenjang baru yang diberikan tidak mempunyai pola yang sama.

 

Lihatlah tertulis jenjang 2, 4, 7, 8, 10. Tentu bukan berati terdapat pola 2+2=4, sebab seharusnya 4+2=6 sedangkan yang tampak malah angka 7. Dan begitu juga seterusnya tidak punya pola, makanya diartikan bahwa angka-angka tidak menunjukkan perbedaan kuantitatif tapi kualitatif. Angka yang tampil bukan angka sebenarnya bisa ditambahkan atau dikalikan.

 

Kenapa disebut menunjukkan perbedaan kualitatif?
Sebab pemberian nama secara kuantitatif melalui 2, 4, 7, 8, 10 bisa digantikan dengan pemberian nama secara kualitatif. Misalnya dapat diganti seperti ini.

 

Subjek                   Jenjang
Mahasiswa A        Istimewa
Mahasiswa B        Baik
Mahasiswa C        Rata-rata
Mahasiswa D        Kurang
Mahasiswa E        Kurang Sekali
Mahasiswa ...    ...dst

 

Nah, makin jelas kan kalau pemberian nama jenjang melalui angka-angka tidak bisa dipahami sebagai angka mutlak yang sesungguhnya (alias kuantitatif). Sebab makna yang sesungguhnya adalah penamaan kualitatifnya. Tapi, bagaimana kalau ada 15 mahasiswa maka bisa jadi akan berubah seperti ini.

 

Subjek                       Jenjang
Mahasiswa A,N        Istimewa
Mahasiswa B,F,K,G  Baik
Mahasiswa C,I,J       Rata-rata
Mahasiswa D,L,M,P Kurang
Mahasiswa E,O        Kurang Sekali

 

Urutan jenjang tidak berubah, tapi subjek mahasiswanya tentu tidak akan bisa sama nilai mahasiswa satu dengan mahasiswa lainnya. Ada yang dapat jenjang istimewa dua orang, baik 4 orang, rata-rata 3 orang, kurang 4 orang, dan kurang sekali 2 orang.

 

Ada juga jenis skala lain yang memiliki keunggulan tambahan dibanding skala ordinal, saya sudah tuliskan di artikel Pengertian dan Contoh Pengukuran dengan Skala Interval

0 respon242 dilihat


Memuat Komentar