Posisi CEO Sama Strategisnya dengan Menteri Kabinet, Bahkan Bisa Lebih
youtube.com + javatpoint.com

Posisi CEO Sama Strategisnya dengan Menteri Kabinet, Bahkan Bisa Lebih

Selasa, 06 Agustus 2019

Dirut (Direktur Utama) dahulu kala ialah sebutan prestisius untuk orang yang duduk di jabatan tinggi perusahaan, dikenal juga secara tidak resmi sebagai "Bos". Lain sekarang, dipanggil "Dirut" udah nggak keren. Maunya dipanggil CEO, wuuhh...rasanya lbih WOW dan cool

 

Istilah CEO (Chief Executive Officer) dipopulerkan oleh orang-orang Amerika, beda dengan Inggris yang pakai istilah MD (Managing Director). Tapi ya sama saja setingkat tingginya, hanya beda sebutannya saja. Tentu saja nggak sembarang orang duduk diposisi ini, hanya mereka yang punya kapasitas mumpuni.

 

CEO tidak bisa kerja sendiri, ia dibantu juga dengan CFO, CTO, COO, CMO dan ce ce lainnya. Posisi ce ce ini juga nggak sembarangn diisi, yang pasti orang-orang TOP BGT dibidangnya. CEO selain harus mampu mengurus bisnis perusahaan juga harus bagus networking, punya pengalaman oke dan paham situasi terkini baik di dalam maupun global. Misalnya pemahaman terhadap situasi geopolitik yang juga berpngaruh besar dalam pengmbilan kebijakan, bgmnana situasi politik di dalam dan luar, sekutu-sekutu dan musuh-musuh negaranya, bagaimna bersanding dengan investor, bagaimana menjadi partner negara, dan bagaimana peluang ekspansi bisnis ke negara lain beserta poleksosbudhankam (politik ekonomi sosial budaya pertahanan & keamanan) didalamnya.

 

JackMa pendiri alibaba, marketplace besar asal China serupa Bukalapak dan Tokopedia yang sebentar lagi ia mau pensiun bisa jadi contoh menarik. Dimana dia tidak hanya membesarkan bisnisnya hingga menggurita, pun juga sudah menjejak uang invesnya di Indonesia. Ia juga sudah menjadi ambasador China dalam urusan bisnis untuk melobi negara lain, seperti kerjasama dengan USA sebelum trade war berlangsung. Sedangkan di Indonesia jadi penasihat ecommerce dan di Malaysia ia membuka kantor cabangnya [1][2].

 

JackMa tahu betul bagaimana arah kebijakan negaranya kedepan, dimana China sudah membangun hub-hub jalur sutra baru di wilayah asia pasifik yg makin seksi membahana cetar ulala tuk ekspansi ekonomi melalui ekspor-impor. Tambahan sdikit, China itu sekarang sekalanya sudah membangun jalur lintas negara, maka uangnya ditaruh di jalur-jalur sutranya agar lebih menguntungkan daripada investasi di daerah yang tidak dilalui jalur sutra BRI (Belt Road Initiative). Sebagai contoh jalur sutra coba baca artikel Banjir Investasi Amerika dan China di Sulawesi.

 

La kita baru mau gerak memperbanyak pembangunan hub-hub di dalam negeri (misal jalan tol, bandara, pelabuhan & kereta cepat) saja sudah hebohnya bukan main diplintir sana sini hhee... Seharusnya dari dulu dibangunnya, yaa lebih baik terlambat daripada blas sama sekali tidak membangun, itupun sampai sekarang juga belum kelar ngehubungin antardaerah di nusantara.

 

Sebenarnya tidak hanya CEO saja yang harus paham seperti itu, bawahannya Ce Ce Ce yang lainnya jg harus. Contohnya CFO (Chief Financial Officer) Huawei sampai ditangkap oleh polisi Kanada atas permintaan Amerika Serikat dengan alasan penipuan perbankan dan transfer bank yang melanggar sanksi AS terhadap Iran [3]. Sebab musababnya memang karena briliannya CFO Huawei dalam meracik pembiayaan bisnis yang mulai menggurita dibanyak negara yang membuat Amerika Serikat rada kaget.  Get get karena Huawei itu kan perusahaan swastanya China yang nggak saja jualan hape tapi juga jualan teknologi terbaru 5G dan layanan teknologi lainnya yang harganya cukup miring buat negara-negara kecil.

 

Ditangkapnya CFO Huawei oleh polisi Kanada atas permintaan Amerika menunjukkan bahwa seorang CFO, CEO dan berbagai petinggi perusahaan teknologi & bisnis strategis merupakan posisi yang penting baiik secara individu maupun jabatannya. Sekaligus memperlihatkan bahwa mereka dapat menjadikan perusahaan sebagai daya tawar terhadap pengaruh politik negara di pentas global.

 

Pada akhirnya memang begitu, mereka perusahaan yang bergerak di sektor bisnis (B /Business) dan lahir di negaranya harus berpartner dengan pemerintahanya (G /Government). Tidak lagi hanya G-G atau B-B, melainkn juga kolaborasi B-G. Sekrng masanya petinggi-petinggi perusahaan seperti CEO dkk akan menjadi bagian penting dari daya tawar dan strategi ekonomi di negaranya masing-masing. Bisa dibilang mereka itu sama pentingya dengan petinggi-petinggi pemerintahan semacam menteri, bahkan bisa jadi malah lebih penting. Itulah yang sedang mau didorong supaya para bos perusahaan startup bisa makin membesarkan bisnisnya dan syukur-syukur bisa ekspansi ke tetangga-tetangga seperti perusahaan-perusahaan multinasional Indonesia lainnya yang sudah berkembang.

 

[1] https://inet.detik.com/business/d-3660250/jack-ma-tak-sendirian-jadi-penasihat-e-commerce-indonesia
[2] https://www.republika.co.id/berita/internasional/asia/18/06/18/paid5j330-jack-ma-buka-kantor-alibaba-pertama-di-asia-tenggara
[3] https://www.cnbcindonesia.com/news/20190304080603-4-58636/ditangkap-dan-ditahan-cfo-huawei-serang-balik-kanada

0 respon86 dilihat


Memuat Komentar