Kesiapan Indonesia Menyambut Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Dunia
bi.go.id + moneysmart.id + okezone.com

Kesiapan Indonesia Menyambut Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Dunia

Senin, 05 Agustus 2019

Manusia dikenal sebagai mahluk sosial, dimana ia tak dapat hidup sendiri tanpa berinteraksi dengan manusia lain. Begitu pula negara, tak ada yang bisa menopang hidupnya dalam jangka waktu yang lama tanpa interaksi dan bantuan negara lain. Begitu pula negara kita, untuk bisa bertahan hidup dan menghidupi seluruh rakyat di dalamnya maka harus berproduksi semampu yang kita bisa. Makanan, minuman, pakaian, sembako, garam, gula, semen, karet, minyak, buah, sayur, baja, laptop, mobil, motor, batako, dan macam lainnya.

 

Tidak semua yang sudah dibuat bisa kita makan dan habiskan sendiri, daripada kagak kemakan dan busuk mending dijual (ekspor) ke negara lain kan. Ada 50 negara tujuan ekspor non-migas dari tahun 2014-2019, dengan 5 besarnya yaitu China, Amerika, Jepang India, dan Singapura [1]. Inilah yang menjadikan kita mesti ancang-ancang kalau orang-orang di 50 negara itu dompetnya menipis dan akhirnya nggak banyak makan barang ekspor Indonesia lagi. Tahun kemarin mungkin sehari makan indomie dobel 3X, eh tahun ini bisajadi 2X aja, ntah tahun depan masih makan indomie dobel kagak.

 

China jadi tujuan ekspor terbesar Indonesia, namun sekarang mereka mulai mengalami perlambatan ekonomi [2]. Situasi ini bisa merembet ke negara kita dan bakal bikin repot juga deh [3] karena jumlah ekspor jadi makin sedikit dan akhirnya bisa pengaruh ke pertumbuhan ekonomi Indonesia [4]. Mereka akan makin sedikit makan indomie dobel, hhee..Bayangkan itu baru China, belum lagi 49 negara lain yang makin ngurangin porsi makan indomie dobelnya. Ampun deh!

 

Ditambah lagi, bukan cuma china doang yang melambat ekonominya. Tapi banyak negara, dampak akhirnya yaa bisa dikatakan kalau ekonomi global bakal ikut melambat. Prediksi IMF pada April 2019 sebesar 3,3 persen tapi Juli 2019 diturunkan menjadi 3,2 persen [5]. Nggak semua negara akan melambat, tapi hampir semua hhee...ada aja kok yang masih bagus, termasuk Indonesia yang masih berada di sekitar 5 persen [15]. Angka ini akan tetap kita jaga, supaya pengaruh melambatnya ekonomi global nggak sampai perih banget kita rasakan. Jadi, pemerintah harus memaksimalkan komponen pertumbuhan ekonomi lain, yakni investasi, konsumsi, dan belanja pemerintah. Karena ekspor saat ini sudah nggak bisa diharapkan lagi kalau mau dinaikin cuy. [6]. Investasi, konsumsi, belanja dan ekspor ini saling tarik menarik bung dan saling pengaruh mempengaruhi, makanya kita perlu coba cara lain selain ekspor.

 

Konsumsi
Negara yang kena perlambatan ekonomi, biasanya akan tahan konsumsinya. Hemat, supaya kedepan bisa tetap makan. Biasanya sehari makan 3x indomie dobel, yaa sekarang 1x aja supaya besoknya tetap bisa makan indomie lagi, hhee...maklum udah ketagihann, tetap pengen makan walaupun dompet menipis. Nah, kalau gitu duitnya ditabung aja atau kalau nggak buat investasi aja deh!

 

Ini gimana caranya negara kita bisa tetap jaga rakyatnya makan, syukur-syukur makin banyak makannya. Yaa gajinya dinaikin dong, ya kan? Soalnya, kuatnya konsumsi itu didorong sama naiknya pendapatan [7]. Yaa, salah satunya bisa dengan menggenjot sektor pariwisata [6]. Karena konsumsi nggak selalu urusan makan dong ya! Apalagi sekarang banyak milenial yang menghabiskan uangnnya untuk jalan-jalan mengunjungi tempat-tempat wisata tuk ambil foto selfie dan wefie cekrek!

 

Tabungan
Ada juga orang yang duitnya daripada buat makan indomie dobel tiap hari milih untuk ditabung. Jadi deh biasanya akan banyak orang nabung di bank dan menambah naiknya DPK (Dana Pihak Ketiga) [8]. Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Mei 2019 sebesar 6,7%, sedikit meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan April 2019 sebesar 6,6% [9]. Akhirnya uang di bank makin numpuk dan banyak deh, buat apa tuh duit ditumpuk? yaa yang mau dagang, bisnis, buka usaha monggo brur...inilah saaatnya, karena bunganya diturunin [10].

 

Investasi
Yang mau buka warung atau mau nambah jumlah warung indomienya alias warmindo, mumpung bunga lagi turun boleh deh dimanfaatin kesempatan ini. Ini cara lanjutannya supaya ekonomi Indonesia bisa tetap stabil ya lewat investasi dan Bu Sri Mulyani (Menteri Keuangan) mengatakan bahwa saat-saat sekarang akan terus diperbanyak jumlah investasinya ini [11]. Baik itu investasi dari investor dalam negeri maupun dari luar. Syukur-syukur banyakan yang dari luar kan, supaya rupiah ikut menguat juga seperti banjir investasi Amerika dan China di Sulawesi.

 

Kebijakan sektor keuangan (moneter) juga akan makin baik lagi kalau didukung sektor pajak (fiskal) misalnya lewat penurunan pajak dan bebas pajak. Misal lewat potong pajak penghasilan (PPh) rumah mewah dengan harga di atas 30 milyar dari 5% menjadi 1% [12]. Ini supaya para orang kaya mau beli rumah mahal itu karena harganya akan lebih rendah setelah pajaknya diturunkan. Selain itu supaya investor mau membangun lagi rumah mewah yang banyak, sehingga akan membutuhkan pasokan bahan baku besi, krikil, semen, pasir, tanah, kayu, tenaga kerja dan lainnya yang nantinya sedikit demi sedikit dapat menyumbang pergerakan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Biasanya ada juga insentif tax holiday buat investor2 yang mau investasi besar dan juga bebas pajak buat perusahaan startup [13] [14]. Supaya mereka bisa ikutserta menaikkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

 

Kelihatan kan sekarang, dimana posisi kita saat ini sedang sibuk menyiapkan berbagai langkah antisipasi manakala pengaruh melambatnya ekonomu dunia mulai terasa greges greges. Kita juga sedang mengeksekusi berbagai aturan, kolaborasi dengan semua bidang: pemerintah, pengusaha, swasta, perbankan, umkm dan berbagai sektor lainnya. Kalau dilihat di sektor moneter, perbankan sudah mulai kras kres cari jalan dan sepertinya sudah mulai jelas arahnya. Nanti tinggal di sektor fiskal (pajak) yang kita tunggu, karena belum semuanya selesai misalnya: insentif pajak, diskon pajak, PPN, pajak jumbo dan sistem inti perpajakan [16][17][18][19][20]. Ayo ayo dikebut, biar kita makin siap dan tokcer kalau greges greges global makin mendekat.

Untuk itu mari kita ikutserta bersumbangsih meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara tercinta kita dengan memilih mana yang kita sukai. Berhubung sudah siang dan laper, jadi saya akan pilih "konsumsi" sebagai instrumennya agar bisa ikut bersumbangsih walaupun cuma seuprit persentasenya %%%, hhoo...khususnya menaikkan konsumsi indomie dobel..buat gantiin ekspor yang lagi turun kan yaa wkwkwkkkkk..daripada pabriknya tutup kan, bahaya juga dongs...Semangkuk indomie dobel kuah dan segelas es cendol seger rasanya pas kalau disantap siang ini, hhee

[1] https://www.kemendag.go.id/id/economic-profile/indonesia-export-import/growth-of-non-oil-and-gas-export-destination-country
[2] https://www.scmp.com/economy/china-economy/article/3018580/china-economy-reports-lowest-gdp-record-second-quarter-us
[3] https://www.cnbcindonesia.com/news/20190707221324-4-83229/ekonomi-china-melambat-ri-pun-kerepotan
[4] https://bisnis.tempo.co/read/1228862/imf-pangkas-proyeksi-pertumbuhan-global-ri-ikut-melorot
[5] https://money.kompas.com/read/2019/07/24/081000826/imf-pangkas-prediksi-pertumbuhan-ekonomi-global-tahun-ini-dan-2020
[6] https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190726094831-532-415744/perlu-gerak-cepat-biar-ekonomi-tak-melambat
[7] https://www.cnbcindonesia.com/market/20190405145057-17-64911/ekonomi-global-diproyeksi-melambat-ri-andalkan-konsumsi
[8] https://finansial.bisnis.com/read/20190504/90/918650/dpk-maret-2019-tabungan-dan-giro-tumbuh-deposito-melambat-
[9] https://www.bi.go.id/id/publikasi/kebijakan-moneter/tinjauan/Pages/TKM-July_2019.aspx
[10] https://www.cnbcindonesia.com/market/20190606174743-17-76978/ekonomi-dunia-lesu-bank-sentral-bakal-kompak-turunkan-bunga
[11] https://bisnis.tempo.co/read/1213628/ekonomi-global-melambat-sri-mulyani-kita-akan-boost-investasi
[12] https://katadata.co.id/berita/2019/06/25/sri-mulyani-turunkan-pajak-penghasilan-rumah-mewah-jadi-1
[13] https://asia.nikkei.com/Editor-s-Picks/Interview/Jokowi-to-feed-Indonesia-s-unicorns-with-tax-breaks
[14] https://www.cnbcindonesia.com/news/20190613151147-4-78169/jokowi-segera-terbitkan-aturan-pengurangan-pajak-100-lebih

[15] https://www.liputan6.com/bisnis/read/4029849/bps-pertumbuhan-ekonomi-kuartal-ii-2019-sebesar-505-persen

[16] https://katadata.co.id/berita/2019/07/09/sri-mulyani-targetkan-pmk-insentif-super-pajak-selesai-pekan-depan

[17] https://www.medcom.id/ekonomi/makro/aNrQa52K-agustus-aturan-refund-ppn-turis-selesai

[18] https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190709125538-532-410472/aturan-pajak-jumbo-sudah-meluncur

[19] https://ekonomi.bisnis.com/read/20190624/257/937125/aturan-diskon-pajak-manufaktur-ditargetkan-selesai-juli-2019-

[20] https://money.kompas.com/read/2019/08/01/080000126/ditjen-pajak-mau-bangun-sistem-inti-perpajakan-butuh-rp-2-04-triliun-

0 respon116 dilihat


Memuat Komentar