Pengertian, Tujuan, Dampak dan Cara Kerja Kebijakan Revaluasi
kompas.tv + merdeka.com

Pengertian, Tujuan, Dampak dan Cara Kerja Kebijakan Revaluasi

Sabtu, 14 September 2019

Bank Indonesia dapat menggunakan 8 instrumen kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar di masyarakat, salah satu bagian dari instrumen tersebut yaitu revaluasi.

 

Pengertian Revaluasi

Revaluasi adalah kebijakan bank sentral untuk menaikkan nilai rupiah terhadap mata uang asing. Revaluasi merupakan kebalikan dari kebijakan devaluasi. Dalam buku teks pegangan di sekolah, revaluasi dimasukkan sebagai instrumen kebijakan. Namun dalam buku yang diterbitkan Bank Indonesia tidak disebutkan penggunaan instrumen revaluasi. Hal tersebut bukan menjadikan revaluasi tidak penting, melainkan karena kebijakan revaluasilah yang secara tidak langsung mempengaruhi kebijakan moneter lainnya.

 

Tujuan Revaluasi

Tujuan revaluasi tidak bisa lepas dari 4 tujuan kebijakan moneter yang ditulis pada artikel sebelumnya, yaitu: menjaga stabilitas ekonomi, menjaga stabilitas harga, meningkatkan kesempatan kerja dan perbaikan neraca pembayaran. Namun, dapat pula dikatakan bahwa revaluasi punya tujuan khusus untuk mengurangi jumlah uang asing di dalam negeri.

 

Dampak Revaluasi

Revaluasi dapat berdampak pada murahnya harga barang impor dan menjadikan barang-barang produksi dalam negeri harus menyesuaikan dengan harga barang impor. Bila perusahaan dalam negeri tidak mampu mengikuti harga barang impor maka berakibat tidak lakunya barang produksi dalam negeri, sehingga dapat menjadikan perusahaan berkurang penjualannya. Bila barang impor lebih banyak diminati maka akan banyak barang yang dibeli dari luar negeri, sehingga jumlah uang asing yang dimiliki di dalam negeri akan berkurang.

 

Bisa juga berdampak makin mahalnya harga barang ekspor di luar negeri dan nilai ekspor bisa menurun karena sulit bersaing di pasar luar negeri. Selain itu, para pengusaha dalam negeri akan kurang berminat untuk menjual barangnya ke luar negeri.

 

Cara Kerja Revaluasi

Revaluasi berkaitan antara mata uang domestik (rupiah) dengan mata uang asing yang populer digunakan dalam perdagangan. Nah, mata uang asing populer yang digunakan tersebut adalah dolar amerika. Jadi kalau Indonesia mau beli barang dari negara lain harus pakai uang dolar amerika, begitu juga dengan negara lain yang beli barang dari Indonesia juga harus pakai dolar.

 

Karena para pengusaha Indonesia banyak menjual barang ke luar negeri maka banyak dolar yang dimiliki di dalam negeri. Kemudian agar jumlahnya tidak berlebihan, maka harus dibelanjakan kembali ke luar negeri (tidak harus ke Amerika, bisa ke negara manapun). Jadi pemerintah memberikan izin kepada importir (orang yang membeli barang dari luar negeri, untuk dijual di dalam negeri) untuk membeli barang.

 

Maka untuk membeli barang dari negara lain harus mengeluarkan uang dolar, sehingga cadangan uang dolar yang dimiliki Indonesia akan berkurang. Setelah itu barulah, dampak-dampak lain akan terjadi. Baik itu dampak positif maupun dampak negatif.

 

Perlu diketahui, bahwa kebijakan ini sangat jarang sekali dilakukan. Sebab malah seringkali kita kekurangan cadangan mata uang asing terutama dolar.


Kalau teman-teman pembaca perlu penjelasan lebih detail lagi yuk kita diskusikan lagi lewat komentar di bawah ini. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan makin menambah pemahaman atas instrumen kebijakan moneter khususnya revaluasi.

0 respon28 dilihat


Memuat Komentar