Pengertian, Tujuan, Dampak dan Cara Kerja Kebijakan Operasi Pasar Terbuka
jojonomic.com + youtube.com

Pengertian, Tujuan, Dampak dan Cara Kerja Kebijakan Operasi Pasar Terbuka

Selasa, 27 Agustus 2019

Bank Indonesia dapat menggunakan 8 instrumen kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar di masyarakat, salah satu bagian dari instrumen tersebut yaitu operasi pasar terbuka (open market operation).

 

Pengertian Operasi Pasar Terbuka

Operasi pasar terbuka adalah kebijakan bank sentral untuk menambah atau mengurangi jumlah uang beredar dengan menjual atau membeli surat-surat berharga di pasar uang. Ada 6 hal yang dapat dilakukan Bank Indonesia ketika menggunakan instrumen operasi pasar terbuka, yaitu:

  • Menerbitkan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS)
  • Menerbitkan Sertifikat Deposito Bank Indonesia (SDBI)
  • Transaksi Reverse Repo Surat Berharga Negara (SBN)
  • Transaksi Penjualan SBN secara outright
  • Penempatan berjangka (Term Deposit) dalam rupiah di Bank Indonesia
  • Menjual Valuta Asing terhadap Rupiah (dalam bentuk spot, forward atau swap)

 

Tujuan Operasi Pasar Terbuka

Tujuan umum dilakukannya operasi pasar terbuka tidak bisa lepas dari 4 tujuan kebijakan moneter yang telah ditulis pada artikel sebelumnya, yaitu: menjaga stabilitas ekonomi, menjaga stabilitas harga, meningkatkan kesempatan kerja dan perbaikan neraca pembayaran.

 

Bisa juga dikatakan bahwa operasi pasar terbuka dilakukan dengan tujuan khusus untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar di masyarakat dengan cara mengurangi atau menambah jumlah uang yang dipegang oleh masyarakat, sehingga jumlahnya tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit.

 

Dampak Operasi Pasar Terbuka

Apabila bank sentral menjual surat berharga (open market selling) kepada bank-bank umum berarti bank sentral bermaksud mengurangi jumlah uang beredar di masyarakat. Penjualan SBI dan SBIS dilakukan oleh bank sentral apabila perekonomian mengalami gejala-gejala inflasi. Pada situasi seperti ini maka instrumen kebijakan ini akan berdampak berkurangnya jumlah uang beredar dan turunnya angka inflasi.

 

Sebaliknya, apabila bank sentral membeli kembali surat berharga (open market buying atau open market purchase) berarti bank sentral bermaksud untuk menambah jumlah uang beredar di masyarakat. Situasi  ini  berdampak bertambahnya jumlah uang beredar dan meningkatnya transaksi ekonomi masyarakat.

 

Cara Kerja Operasi Pasar Terbuka

Jika tujuannya untuk mengurangi jumlah uang beredar maka cara kerjanya yaitu:

Bank Indonesia menjual surat berharga  (misalnya: SBI, SBSI dan SBN) kepada masyarakat, sehingga masyarakat akan mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli surat berharga tersebut. Kemudian Bank Indonesia akan menerima sejumlah uang yang akan disimpan dan masyarakat akan memiliki surat berharga yang telah dibelinya. Karena masyarakat telah mengeluarkan sejumlah uang, maka jumlah uang beredar di masyarakat akan semakin berkurang.

 

Lain halnya jika tujuannya untuk menambah jumlah uang beredar maka cara kerjanya yaitu:

Bank Indonesia membeli kembali surat berharga (misalnya: SBI, SBSI dan SBN) yang telah dijual beberapa waktu sebelumnya kepada masyarakat, sehingga BI akan mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli surat berharga tersebut. Kemudian masyarakat yang menjual surat berharga akan menerima sejumlah uang yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan hidup dan dapat pula digunakan untuk melakukan transaksi ekonomi lain seperti membeli mobil, motor, rumah atau membuka usaha. Sehingga uang yang dipegang dan beredar di masyarakat jumlahnya akan meningkat lebih banyak.

 

Kalau ada bagian yang kurang begitu jelas, mari kita diskusikan lewat komentar di bawah yaa. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan makin menambah pemahaman atas instrumen kebijakan moneter khususnya operasi pasar terbuka.
 

0 respon534 dilihat


Memuat Komentar