Pengertian, Tujuan, Dampak dan Cara Kerja Kebijakan Kredit Selektif
finansialku.com + liputan6.com

Pengertian, Tujuan, Dampak dan Cara Kerja Kebijakan Kredit Selektif

Minggu, 01 September 2019

Bank Indonesia dapat menggunakan 8 instrumen kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar di masyarakat, salah satu bagian dari instrumen tersebut yaitu kredit selektif.

 

Pengertian Kredit Selektif

Perlu diketahui bahwa pengertian kredit adalah meminjam uang dengan pembayaran pengembalian secara mengangsur. Sedangkan kebijakan kredit selektif adalah cara yang ditempuh bank sentral untuk mengatur sektor dan jumlah kredit yang boleh disalurkan oleh bank-bank umum (BRI, BNI, BTN, Mandiri, BCA, CIMB, dll) dengan memperhatikan kehati-hatian dalam penyaluran kredit kepada nasabahnya.

 

Tujuan Kredit Selektif

Tujuan umum kredit selektif tidak bisa lepas dari 4 tujuan kebijakan moneter yang ditulis pada artikel sebelumnya, yaitu: menjaga stabilitas ekonomi, menjaga stabilitas harga, meningkatkan kesempatan kerja dan perbaikan neraca pembayaran. Namun, dapat pula dikatakan bahwa kredit selektif punya tujuan khusus untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar di masyarakat dengan cara mengatur syarat-syarat penyaluran kredit bagi nasabah yang akan meminjam uang.

 

Dampak Kredit Selektif

Apabila bank sentral mengumumkan pembaruan syarat-syarat bagi nasabah yang akan melakukan kredit, maka bank-bank umum akan mematuhi aturan baru tersebut. Sehingga bila ada nasabah yang meminjam uang maka harus mematuhi syarat baru yang telah ditentukan tersebut. Nasabah yang mengajukan peminjaman akan dicek apakah sudah memenuhi syarat-syarat tersebut atau belum, biasanya ada lima kriteria yang sering digunakan dan disebut 5C terdiri dari: Character, Collateral, Capital, Capacity and Condition of Economy.

 

Tidak semua orang yang mengajukan peminjaman disetujui, karena ada syarat-syarat yang seringkali tidak terpenuhi. Bila nasabah tidak dapat memenuhi syarat peminjaman atau tetap mendapatkan pinjaman namun jumlahnya tidak sebanyak yang diajukan maka jumlah uang yang beredar di masyarakat tidak akan bertambah banyak. Namun, bila nasabah dapat memenuhi seluruh syarat-syarat yang ditentukan maka berdampak bertambahnya jumlah uang beredar di masyarakat.

 

Cara Kerja Kredit Selektif

Jika tujuannya untuk mengurangi jumlah uang beredar maka cara kerjanya yaitu:

Bank Indonesia memperketat syarat-syarat pengajuan kredit dengan mengurangi sektor-sektor yang boleh diberikan kredit dan mengurangi jumlah uang yang boleh disalurkan kepada nasabah. Kemudian diberitauhukan kepada bank-bank umum sehingga tiap bank harus mengikuti aturan baru tersebut.

 

Bila ada nasabah bank yang mengajukan peminjaman uang, maka bank akan mengecek apakah syarat-syarat baru tadi telah dipenuhi oleh nasabah tersebut. Karena jumlah sektor dan jumlah uang yang boleh disalurkan untuk kredit dikurangi maka akan banyak nasabah yang tidak dapat memenuhi syarat baru tersebut. Sehingga bank tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk kredit, akibatnya uang yang beredar di masyarakat tidak akan bertambah.

 

Lain halnya jika tujuannya untuk menambah jumlah uang beredar maka cara kerjanya yaitu:

Bank Indonesia melonggarkan syarat-syarat pengajuan kredit dengan menambah sektor-sektor yang boleh diberikan kredit dan menambah jumlah uang yang boleh disalurkan kepada nasabah. Kemudian diberitauhukan kepada bank-bank umum sehingga tiap bank harus mengikuti aturan baru tersebut.

 

Bila ada nasabah bank yang mengajukan peminjaman uang, maka bank akan mengecek apakah syarat-syarat baru tadi telah dipenuhi oleh nasabah tersebut. Karena jumlah sektor dan jumlah uang yang boleh disalurkan untuk kredit bertambah lebih banyak maka akan banyak nasabah yang dapat memenuhi syarat baru tersebut. Sehingga bank akan  mengeluarkan banyak uang untuk kredit, akibatnya uang yang beredar di masyarakat bertambah lebih banyak.


Kalau teman-teman pembaca perlu penjelasan lebih detail lagi yuk kita diskusikan lagi lewat komentar di bawah ini. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan makin menambah pemahaman atas instrumen kebijakan moneter khususnya kredit selektif.

0 respon30 dilihat


Memuat Komentar