Pengertian, Tujuan, Dampak dan Cara Kerja Kebijakan Imbauan Moral
bisnis.com + vecteezy.com + hipwee.com

Pengertian, Tujuan, Dampak dan Cara Kerja Kebijakan Imbauan Moral

Selasa, 03 September 2019

Bank Indonesia dapat menggunakan 8 instrumen kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar di masyarakat, salah satu bagian dari instrumen tersebut yaitu imbauan moral.

 

Pengertian Imbauan Moral

Imbauan moral adalah kebijakan bank sentral untuk mengendalikan jumlah uang beredar dengan memberikan pernyataan berupa arahan dan informasi kepada bank-bank umum untuk melakukan hal-hal tertentu, seperti menurunkan suku bunga pinjaman dan memperketat penyaluran kredit.

 

Tujuan Imbauan Moral

Tujuan imbauan moral tidak bisa lepas dari 4 tujuan kebijakan moneter yang ditulis pada artikel sebelumnya, yaitu: menjaga stabilitas ekonomi, menjaga stabilitas harga, meningkatkan kesempatan kerja dan perbaikan neraca pembayaran. Namun, dapat pula dikatakan bahwa imbauan moral punya tujuan khusus untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar di masyarakat dengan memberikan pernyataan yang bersifat makro kepada bank-bank umum dan pelaku perbankan dan pelaku ekonomi.

 

Dampak Imbauan Moral

Instrumen imbauan moral tidak berdiri sendiri melainkan saling terkait dengan instrumen lain, sebab imbauan moral hanya sebatas pernyataan yang sifatnya memberi tahu informasi dan memberikan pandangan rencana kedepan. Dampak yang ditimbulkan dari imbauan ini menyesuaiakan dengan pernyataan yang diumumkan, misalnya: jika bank sentral memberitahu bank umum agar berhati-hati dalam memberi kredit maka dampak yang ditimbulkan bisa berupa pembatasan kredit oleh bank umum. Pernyataan yang diumumkan oleh bank sentral berbeda-beda, bisa terkait dengan instrumen kebijakan kredit selektif, bisa juga terkait dengan rencana menurunkan suku bunga bank dan bisa juga terkait dengan instrumen lainnya yang dapat dibaca detail pada artikel 8 instrumen kebijakan moneter.

 

Cara Kerja Imbauan Moral

Gubernur Bank Indonesia dapat memberi saran melalui Perbanas (Perhimpunan Bank Nasional) agar perbankan berhati-hati dalam menyalurkan kreditnya, masukan tersebut akan ditindaklanjuti oleh bank-bank umum dengan memberikan persyaratan yang lebih ketat dalam memberikan kredit bagi nasabahnya. Hal ini akan menjadikan jumlah uang beredar di masyarakat dibatasi dan bila berlangsung dalam waktu yang lama maka dapat menurunkan jumlah uang beredar di masyarakat.

 

Namun bila bank sentral mengumumkan melalui Gubernur BI bahwa akan menurunkan suku bunga pinjaman maka akan banyak orang yang tertarik untuk meminjam uang dan bergegas menyiapkan persyaratan yang dibutuhkan. Situasi tersebut akan menajdikan jumlah uang beredar di masyarakat bertambah karena banyak orang yang meminjam uang tidak hanya untuk kepentingan usaha melainkan juga untuk kebutuhan konsumtif misal membeli mobil, membuat rumah atau biaya pendidikan.

 

Kalau teman-teman pembaca perlu penjelasan lebih detail lagi yuk kita diskusikan lagi lewat komentar di bawah ini. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan makin menambah pemahaman atas instrumen kebijakan moneter khususnya imbauan moral.

0 respon72 dilihat


Memuat Komentar