Menyimpulkan Pengertian Kebijakan Moneter Pakar dan Ahli Ekonomi
industry.co.id + seputarforex.com

Menyimpulkan Pengertian Kebijakan Moneter Pakar dan Ahli Ekonomi

Senin, 12 Agustus 2019

Artikel sebelumnya telah penulis sampaikan mengenai Konsep Menyeluruh Persamaan Perbedaan Kebijakan Moneter dan Fiskal, selanjutnya pada artikel ini akan dibahas lebih fokus pada kebijakan moneter. Perkembangan ilmu pengetahuan mendorong kontribusi tiap individu untuk menyumbakan pemikirannya, hingga lahirnya beragam pengertian kebiajakn moneter dari pakar-pakar ekonomi. Oleh karena itu, baiknya kita ketahui dulu pandangan beberapa pakar sebelum kemudian disimpulkan.

 

Kebijakan moneter menurut Nopirin adalah tindakan yang dilakukan oleh penguasa moneter (biasanya bank sentral) untuk mempengaruhi jumlah uang beredar dan kredit yang pada gilirannya akan mempengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat [1].

 

Senada dengan pernyataan di atas, menurut Farida kebijakan moneter adalah kebijakan yang dilakukan oleh otoritas moneter (Bank Sentral) untuk mempengaruhi kegiatan ekonomi melalui pengawasan uang beredar atau suku bunga, atau kombinasi keduanya, usaha tersebut dilakukan agar terjadi kestabilan harga, dan inflasi, serta terjadinya peningkatan output keseimbangan [2]

 

Kedua pandangan di atas serupa dengan pendapat Iswardono bahwa kebijakan moneter merupakan salah satu bagian integral dari kebijakan ekonomi makro yang ditujukan untuk mendukung tercapainya sasaran ekonomi makro, yaitu pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan, dan keseimbangan neraca pembayaran [3].

 

Kebijakan moneter adalah kebijakan yang diambil oleh bank sentral untuk mempertahankan, menambah, atau mengurangi jumlah uang yang beredar.

 

Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentaral merupakan pemegang kebijakan moneter di Indonesia yang menjadi pengendali besaran moneter dan atau suku bunga untuk mencapai perkembangan kegiatan perekonomian yang diinginkan.

 

Jika bank sentral menambah jumlah uang beredar, bank sentral dikatakan menempuh kebijakan moneter ekspansif (monetary expansive), istilah lain kebijakan moneter ekspansif adalah easy money policy (kebijakan uang longgar).

 

Jika jumlah uang dikurangi, bank sentral menempuh kebijakan moneter kontraktif (monetary contractive), istilah lain kebijakan moneter kontraktif adalah tight money policy (kebijakan uang ketat).

 

Perubahan jumlah uang beredar diharapkan akan berpengaruh pada kegiatan ekonomi masyarakat. Cara kerjanya yaitu:

 

Bank Indonesia akan menjaga kestabilan peredaran uang, jadi uang tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit dipegang masyarakat.

Masyarakat dapat normal beraktivitas ekonomi (jual, beli, bisnis, dagang, transfer, tarik tunai, bayar tagihan, dll) hingga pada akhirnya ekonomi negara dapat berjalan stabil (tidak ada kegaduhan & kepanikan).

Kebijakan moneter yang berhasil dapat dilihat dari kestabilan nilai rupiah, adanya kesempatan kerja dan perbaikan neraca pembayaran. Selain itu, kebijakan moneter dilakukan dalam upaya mempertahankan kemampuan pertumbuhan ekonomi, sekaligus mengendalikan inflasi. Untuk mendapatkan pembahasan lebih detail silakan membaca artikel 4 Tujuan Kebijakan Moneter Bank Sentral Indonesia.

 


[1] Nopirin. 1987. Ekonomi Moneter Buku Dua. Yogyakarta: BPFE

[2] Farida, Ai Siti. 2011. Sistem Ekonomi Indonesia. Bandung: Pustaka Setia
[3] Iswardono. 1997. Uang dan Bank Edisi 4. Yogyakarta: BPFE

0 respon147 dilihat


Memuat Komentar