Menyimpulkan Pengertian Kebijakan Fiskal Para Pakar dan Ahli Ekonomi
liputan6.com + jurnal.id

Menyimpulkan Pengertian Kebijakan Fiskal Para Pakar dan Ahli Ekonomi

Selasa, 15 Oktober 2019

Kebijakan fiskal merupakan salah satu kebijakan di bidang ekonomi yang penting untuk mengatur dan menjaga stabilitas ekonomi suatu negara. Kebijakan ini menekankan pada usaha pengendalian penerimaan dan pengeluaran negara. Kebijakan fiskal yang diterapkan pemerintah diterapkan pemerintah digunakan sebagai sarana untuk menggalakkan pembangunan ekonomi.

 

Kebijakan fiskal menurut Mankiw merupakan kebijakan pemerintah untuk mengatur semua pengeluaran pemerintah dan penerimaan pajak [1]. Menurut Nopirin kebijakan fiskal terdiri dari perubahan pengeluaran pemerintah atau perpajakan dengan tujuan untuk mempengaruhi besar serta susunan permintaan agregat [2].

 

Indikator yang biasa dipakai adalah budget defisit yakni selisih antara pengeluaran pemerintah (dan juga pembayaran transfer) dengan penerimaan terutama dari pajak. Serupa dengan pendapat di atas, Sukirno mendefinisikan kebijakan fiskal adalah langkah-langkah pemerintah untuk membuat perubahan-perubahan dalam sistem pajak atau dalam perbelanjaannya dengan maksud untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi yang dihadapi [3].

 

Kalau begitu, dapat diperoleh kesimpulan bahwa kebijakan fiskal adalah kebijakan ekonomi yang digunakan pemerintah untuk mengelola atau mengarahkan perekonomian ke arah kondisi yang lebih baik atau keadaan yang diinginkan dengan cara mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah (pendapatan negara dan belanja negara dalam APBN).

 

Anggaran belanja negara terdiri dari penerimaan dan pengeluaran, maka kebijakan fiskal meliputi semua tindakan pemerintah yang memperbesar atau memperkecil jumlah pungutan pajak dan belanja yang bertujuan untuk mempengaruhi jalannya perekonomian negara.

 

Pemerintah melaksanakan kebijakan ini dengan mengendalikan penerimaan dan pengeluaran. Penerimaan pemerintah berasal dari pajak (tax), sedangkan pengeluaran pemerintah berupa belanja barang, jasa, dan pembayaran transfer. Berarti dalam kebijakan fiskal, pemerintah memiliki kuasa untuk mengatur urusan perpajakan dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Begara (APBN).
 
Kebijakan ekonomi memiliki peran yang sangat penting dalam suatu tatanan negara sebagai penstabilan ekonomi. Pemerintah menjalankan kebijakan fiskal adalah dengan maksud untuk mempengaruhi jalannya perekonomian, atau dengan kata lain, kebijakan fiskal pemerintah berusaha mengarahkan jalannya perekonomian menuju keadaan yang diinginkan. Sehingga, dengan adanya kebijakan fiskal ini pemerintah berharap dapat mengendalikan dan mengawasi keadaan ekonomi.


[1] Mankiw, N. Gregory, 2007. Makroekonomi Edisi Keenam. Jakarta: Erlangga
[2] Nopirin. 1987. Ekonomi Moneter Buku Dua. Yogyakarta: BPFE
[3] Sukirno, Sadono. 2006. Makroekonomi Teori Pengantar. Jakarta: PT.RajaGrafindo Persada

0 respon39 dilihat


Memuat Komentar