5 Tujuan Kebijakan Fiskal Pemerintah Indonesia
sindonews.com + slidesharecdn.com

5 Tujuan Kebijakan Fiskal Pemerintah Indonesia

Sabtu, 18 April 2020

Kebijakan fiskal yang diterapkan pemerintah dilakukan dengan mengendalikan penerimaan dan pengeluaran. Nah, yang belum tahu apa itu kebijakan fiskal? coba baca dulu artikel Menyimpulkan Pengertian Kebijakan Fiskal Para Pakar dan Ahli Ekonomi. Berikut ini lima tujuan pemerintah menerbitkan kebijakan fiskal:

 

Meningkatkan Laju Investasi
Salah satu tujuan dari kebijakan fiskal adalah memacu laju investasi di sektor swasta dan sektor negara. Ini dapat dicapai dengan mengendalikan konsumsi dan meningkatkan tabungan. Guna meningkatkan laju investasi ini, pemerintah harus menerapkan kebijaksanaan investasi berencana untuk sektor publik.

 

Tindakan ini akan berdampak pada peningkatan jumlah investasi di sektor swasta. Tindakan untuk membatasi konsumsi bisa mencakup pajak penghasilan progresif, pembatasan impor barang mewah, bea masuk tinggi pada impor barang mewah dan pemabtasan pembuatan barang mewah.

 

Kebijakan fiskal harus mendorong arus investasi ke jalur-jalur yang diinginkan dan sesuai dengan kebutuhan masyrakat. Hal ini akan mendorong investasi lebih lanjut pada saran dan prasarana sosial dan ekonomi serta pad aakhirnya akan lebih menggairahkan sektor swasata.

 

Meningkatkan Kesempatan Kerja
Kebijakan fiskal harus ditujukan untuk meningkatkan kesempatan kerja dan mengurangi pengangguran. Untuk itu, pengeluaran pemerintah harus diarahkan pada penyediaan sarana sosial dan ekonomi yang banyak menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan usaha produktif.

 

Misalnya, pemerintah bisa lebih memusatkan pembangunan di daerah pedesaan jika penduduknya banyak berada di pedesaan. Pemerintah bisa mendorong industri rumah tangga dengan memberi modal berupa latihan, keuangan, dan mesin-mesin.

 

Pemerintah juga harus menyadari bahwa uang negara akan terbuang percuma jika laju pertumbuhan penduduk tidak terkendali. Pembangunan ekonomi yang cepat hanya mungkin terjadi apabila kenaikan kesempatan kerja dan pendapatan lebih tinggi daripada laju pertumbuhan penduduk.

 

Oleh karena itu kebijakan fiskal harus menyediakan banyak fasilitas sosial dengan tekanan utama pada keluarga berancana. Jika jumlah penduduk tidak dikendalikan, maka tujuan meningkatkan kesempatan kerja tidak akan tercapai.

 

Menjaga Stabilitas Ekonomi Nasional
Kebijakan fiskal harus meningkatkan usaha mempertahankan stabilitas ekonomi nasional dalam menghadapi pengaruh fluktuasi perekonomian internasional. Peristiwa krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1997 yang lampau merupakan contoh kerapuhan perekonomian Indonesia terhadap fluktuasi perekonomian dunia.

 

Contoh lainnya adalah ekspor Indonesia lebih banyak berupa produk primer, sedangkan impor yang berupa barang-barang konsumsi. Sering kali terjadi kemerosotan harga terutama untuk produk pertambangan dan pertanian yang kita ekspor di pasar dunia.

 

Sebaliknya, barang-barang konsumsi yang kita impor harganya cenderung terus meningkat. Kesemuanya itu akan menurunkan perolehan devisa dan pendapatan nasional. Kebijakan fiskal memegang peranan penting untuk mempertahankan stabilitas ekonomi dalam rangka menghadapai kekuatan-kekuatan internal dan eksternal.

 

Salah satu cara menghadapi dampak fluktuasi perekonomian internasional misalnya dengan menerapkan pajak eksor dan impor. Pajak ekspor dapat menyedot pendapatan tinggi saat terjadi kenaikan harga di pasar dunia. Sementara itu, biaya impor perlu ditingkatkan pada barang konsumsi dan barang mewah dengan tujuan untuk memengaruhi perilaku konsumtif masyarakat agar mengurangi membeli barang-barang dari luar negeri.

 

Menanggulangi Inflasi
Kebijakan fiskal harus pula bertujuan untuk menanggulangi kecenderungan terjadinya inflasi pada suatu perekonomian. Pajak penghasilan progresif serta pajak komoditas merupakan salah satu kebijakan fiskal dalam menanggulangi terjadinya inflasi.

 

Akan tetapi, struktur pajak harus dibuat sedemikian rupa sehingga tidak berpengaruh buruk pada investasi swasta. Tujuan kebijakan fiskal ini tidak hanya menahan kenaikan tingkat inflasi, tetapi juga harus bisa mempertahankan stabilitas ekonomi.

 

Meningkatkan dan Meredistribusikan Pendapatan Nasional
Kebijakan fiskal harus bisa meningkatkan pendapatan nasional dan mendistribusikan kembali pendapatan nasional sedemikain rupa sehingga ketimpangan distribusi pendapatan bisa berkurang. Ketimpangan distribusi pendapatan yang besar menyebabkan masalah sosial yang menjurus pada ketidakstabilan politik dan ekonomi, serta menghalangi pembangunan ekonomi.

 

Peranan kebijakan fiskal dalam pendistribusian kembali pendapatan ini berupa usaha menaikkan pendapatan masyarakat yang masih rendah dan mengurangi tingkat pendapatan yang lebih tinggi. Inevestasi yang terjadi cenderung akan menaikkan volume output, lapangan kerja dan pendapatan nyata di negara sedang berkembang. Posisi ekonomi masyarakat luas membaik dan standar kehidupannya meningkat.

 

Kebijakan ini efektif untuk meningkatkan standar kehidupan dan mengurangi kesenjangan pendapatan jika pemerintah melancarkan program pembangunan berimbang pada berbagai sektor perekonomian dan merata di seluruh wilayah tanah air.

 

Dalam rangka mengurangi ketimpangan distribusi pendapatan yang lebih tinggi, kebijakan fiskal harus mencakup struktur perpajakan yang luas dan sangat progresif. Struktur pajak ini bisa mencakup pajak pendapatan, kekayaan, pengeluaran, dan perumahan mewah, serta pajak tinggi atas konsumsi barang mewah.
 

0 respon15 dilihat


Memuat Komentar