4 Tujuan Kebijakan Moneter Bank Sentral Indonesia

4 Tujuan Kebijakan Moneter Bank Sentral Indonesia

Selasa, 20 Agustus 2019

Kebijakan moneter tidak begitu saja dibuat lalu diumumkan, melainkan ada target dan sasarannya. Nah, yang belum tahu apa itu kebijakan moneter? coba baca dulu artikel Menyimpulkan Pengertian Kebijakan Moneter Pakar dan Ahli Ekonomi. Berikut ini empat tujuan pemerintah menerbitkan kebijakan moneter melalui bank sentral:

 

Menjaga Stabilitas Ekonomi
Seringkali di televisi dijumpai bahwa setiap tahun pemerintah menentukan besarnya angka pertumbuhan ekonomi, misal 4%, 5%, atau 6%. Stabilitas ekonomi negara dapat tercapai bila pertumbuhan ekonomi berlangsung terkendali dan berkelanjutan, artinya pertumbuhan arus barang dan jasa serta perputaran uang berlangsung berimbang. Jika bank sentral mampu mengatur jumlah uang yang beredar sesuai kebutuhan, akan tercapai keadaan ekonomi stabil.

 

Menjaga Stabilitas Harga
Jumlah uang beredar di masyarakat memberi pengaruh terhadap tingkat harga yang berlaku. Jika jumlah uang beredar melebihi yang dibutuhkan akan menyebabkan gejala kenaikan harga umum atau inflasi. Dalam keadaan inflasi, nilai uang menjadi turun karena daya beli semakin rendah. Perlu pengaturan jumlah uang yang beredar, agar tingkat harga bisa relatif stabil. Tingkat harga yang stabil, maka masyarakat akan semakin percaya untuk membeli barang karena tingkat harga sekarang sama dengan tingkat harga yang akan datang.

 

Meningkatnya Kesempatan Kerja
Stabilitas ekonomi dapat tercapai dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat. Perekonomian yang stabil akan menarik para investor untuk meningkatkan produksi dan mengembangkan investasi-investasi baru. Apabila produksi meningkat, kesempatan kerja juga akan semakin bertambah. Selain itu, peningkatkn produksi juga berakibat positif pada perbaikan nasib karyawan jika ditinjau dari segi upah maupun keselamatan kerja sehingga kemakmuran bisa terwujud.

 

Perbaikan Neraca Pembayaran
Kebijakan moneter yang dilakukan bank sentral juga bisa berpengaruh pada perbaikan neraca pembayaran. Misalnya saja dengan melakukan devaluasi, perdagangan luar negeri akan menjadi surplus. Devaluasi menyebabkan harga produk dalam negeri menjadi lebih murah jika dibeli dengan mata uang asing. Hal ini diharapkan nilai ekspor akan meningkat. Akan tetapi, devaluasi hanya bisa diterapkan pada negara yang menganut sistem kurs tetap.
 

Keempat tujuan kebijakan moneter di atas tidak akan terwujud begitu saja, sebab ada alat yang digunakan untuk bisa mencapai semua tujuan tersebut. Alat yang digunakan tersebut disebut sebagai instrumen kebijakan yang dapat dibaca lebih detail pada artikel 8 Instrumen Kebijakan Moneter Bank Sentral Indonesia Untuk Mengatur Peredaran Uang.

0 respon74 dilihat


Memuat Komentar